KAB. CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi menginjak pedal gas dalam percepatan pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2026. Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setda Kabupaten Cirebon mengonfirmasi bahwa sebanyak 95 paket proyek pembangunan telah resmi ditayangkan melalui sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) pada Jumat (8/5/2026) sore.
Langkah ini menjadi sinyal positif dimulainya pengerjaan fisik berskala besar di wilayah Kabupaten Cirebon. Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Cirebon, Sutadi Sukarya, mengungkapkan bahwa mayoritas paket yang dilelang pada tahap ini didominasi oleh proyek peningkatan infrastruktur jalan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR).
“Alhamdulillah, jika tidak ada kendala teknis, seluruh paket tersebut sudah tayang di sistem sore ini. Secara keseluruhan terdapat 95 paket yang masuk dalam tahap lelang ini,” ujar Sutadi, yang akrab disapa Tedi, saat ditemui di ruang kerjanya.
Baca Juga:Miris, Sapi Percontohan di Kubangdeleg Kurus, Komisi II DPRD Cirebon Desak Menambah Anggaran PakanDPRD dan Disdik Kabupaten Cirebon Godok Matang Wacana Sekolah Lima Hari, Sinkronisasi Perda DTA Jadi Kunci
Secara rinci, Tedi memaparkan bahwa DPUTR menyumbang porsi terbesar dengan total 91 paket pekerjaan. Sisanya, sebanyak tiga paket berasal dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta satu paket dari Dinas Pertanian. Ia mengakui bahwa proses penayangan paket sempat mengalami sedikit penyesuaian waktu akibat adanya dinamika harga material di lapangan.
“Surat usulan sebenarnya sudah kami terima sejak beberapa waktu lalu. Namun, karena terjadi eskalasi kenaikan harga komponen material yang cukup signifikan, tim perencana harus melakukan penyusunan ulang agar dokumen anggaran selaras dengan kondisi pasar terkini. Hal ini penting untuk menghindari persoalan hukum maupun teknis saat pelaksanaan pekerjaan nanti,” jelasnya secara mendalam.
Tedi menambahkan, jika seluruh tahapan tender berjalan sesuai jadwal tanpa hambatan sanggahan, maka dalam waktu sekitar 28 hari ke depan pemenang lelang sudah dapat ditetapkan. Setelah itu, kontrak kerja dapat segera ditandatangani dan pengerjaan fisik bisa langsung dimulai.
Guna memastikan target pembangunan tercapai tepat waktu, Bagian Barjas berkomitmen untuk lebih proaktif dan responsif dalam berkoordinasi dengan seluruh perangkat daerah. “Kami tidak hanya menunggu bola, tetapi akan terus berinisiatif menjemput usulan dari dinas-dinas terkait agar proses pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Cirebon berjalan maksimal dan transparan,” tutup Tedi. (rif/dbs)
