Diduga Overheat Saat Ditinggal Salat, Pabrik Briket di Cirebon Ludes Terbakar

Kebakaran pabrik Briket di Plered, Cirebon
Kebakaran yang terjadi di pabrik Briket, Rabu pagi (29/4/2026) diduga kuat dipicu oleh suhu mesin oven yang melonjak drastis tanpa pengawasan.
0 Komentar

​“Kami langsung menerjunkan tim gabungan dari tiga sektor terdekat begitu menerima laporan. Fokus kami adalah lokalisir area agar api tidak menyentuh bahan baku lainnya yang jumlahnya cukup banyak,” ujar Eno di sela-sela proses pemadaman.

​Setelah berjibaku selama hampir satu jam dengan dukungan unit tangki air yang mumpuni, petugas akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah pada pukul 06.42 WIB.

Proses pendinginan (cooling down) pun dilakukan cukup lama untuk memastikan tidak ada bara api tersembunyi di dalam tumpukan briket yang dapat memicu kebakaran susulan.

Baca Juga:Soroti Jalan Rusak dan Sampah, Mahasiswa Cirebon Geruduk Kantor Bupati Tuntut Transparansi AnggaranSusi Pudjiastuti Jadi Komut Bank BJB: Targetkan "Take Over" 50 Persen Pasar Pinjol di Jawa Barat

“Kejadian ini murni dipicu oleh kenaikan suhu mesin yang tidak terpantau saat jam istirahat karyawan. Kami menghimbau setiap industri yang menggunakan alat pemanas intensitas tinggi untuk tidak meninggalkan mesin tanpa sistem peringatan dini atau pengawasan orang,” pungkas Eno.

Kerugian dan Catatan Keamanan

Dampak dari kebakaran ini cukup memukul operasional pabrik. Laporan resmi menyebutkan satu bangunan ruang pengovenan hangus total. Sedikitnya empat rak oven yang berisi sekitar 1,3 ton briket siap jual ludes menjadi abu, ditambah dengan satu unit mesin blower yang mengalami kerusakan berat.

​Insiden ini menjadi pengingat keras bagi para pelaku industri di wilayah Cirebon mengenai pentingnya sistem keamanan otomatis dan pengawasan melekat pada mesin-mesin dengan suhu tinggi. Hingga saat ini, dugaan sementara penyebab kebakaran tetap tertuju pada faktor kelalaian pengawasan yang berujung pada malfungsi mesin atau overheat. (rif/dbs)

0 Komentar