Insiden Maut Di Sungai Cukang Tadah: Bocah 10 Tahun Asal Kutakembaran Tewas Tenggelam

Bocah 10 tahun tenggelam
Foto ilustrasi warga berkerumun di sekitar kali setelah dikabarkan bocah berusia 10 tahun tenggelam.
0 Komentar

KUNINGAN – Suasana tenang di tepian Sungai Cukang Tadah, Dusun Manis Blok Dalam, Desa Pakembangan, Kecamatan Garawangi, mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa pada Sabtu sore (25/4/2026). Seorang bocah perempuan dilaporkan tewas tenggelam setelah gagal menyelamatkan diri saat berenang bersama rekan-rekannya.

​Korban diketahui berinisial ZNG, seorang pelajar berusia 10 tahun kelahiran November 2015. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan warga Desa Kutakembaran, Kecamatan Garawangi, yang sedang bermain di aliran sungai tersebut saat peristiwa nahas itu terjadi.

​Kapolres Kuningan melalui Kapolsek Garawangi, IPTU Endar Kuswandi SE, membenarkan adanya insiden maut tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB ketika kondisi sungai sedang digunakan untuk beraktivitas oleh beberapa warga dan anak-anak.

Baca Juga:Borong Dua Penghargaan Bergengsi, Pemprov Jabar Tegaskan Komitmen Transformasi Digital dan Sinergi PentahelixPutus Rantai Kemiskinan, Gubernur Jabar Buka Jalur Khusus Siswa Kurang Mampu ke Sekolah Unggulan Industri

​”Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, saudara Surdi, kronologi bermula saat korban terlihat sedang berenang di Sungai Cukang Tadah bersama dua orang temannya. Mereka tampak bermain di sekitar bebatuan sungai sebelum insiden terjadi,” ungkap IPTU Endar saat dikonfirmasi, Minggu (26/4).

​Lebih lanjut, IPTU Endar menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika korban mencoba melompat dari atas batu ke arah aliran sungai yang lebih dalam. Diduga karena tidak memiliki kemampuan berenang, korban langsung terperosok ke dasar sungai dan tidak muncul kembali ke permukaan. Beruntung, dua rekan korban lainnya berhasil menyelamatkan diri dan meminta pertolongan.

​Melihat kejadian tersebut, saksi dan warga sekitar segera melakukan upaya pencarian secara manual dengan menyisir aliran sungai. Setelah proses pencarian yang menegangkan selama kurang lebih satu jam, tubuh korban akhirnya berhasil ditemukan di sekitar lokasi awal ia melompat. Tangis histeris warga pecah saat proses evakuasi berlangsung, sebagaimana yang terekam dalam video amatir yang sempat viral di media sosial.

​”Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan diperiksa secara intensif oleh tim INAFIS Polres Kuningan serta petugas medis dari Puskesmas Garawangi. Hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh Bidan Lela menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan atau luka mencurigakan pada tubuh korban. Kematian murni disebabkan oleh tenggelam,” tambah Kapolsek.

0 Komentar