BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali meluncurkan terobosan kebijakan strategis guna mengakselerasi kesetaraan ekonomi di wilayahnya. Pria yang akrab disapa KDM ini secara resmi membuka akses bagi siswa dari keluarga ekonomi rendah untuk menempuh pendidikan di sekolah-sekolah unggulan industri, sebuah langkah nyata untuk mendobrak stigma bahwa sekolah berkualitas hanya milik golongan mapan.
Kebijakan ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan skema terintegrasi untuk menciptakan “Kelas Menengah Baru” di Jawa Barat. Dengan memberikan keterampilan teknis tingkat tinggi kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap para lulusan ini nantinya dapat langsung terserap ke sektor industri manufaktur besar, sehingga mampu mengangkat derajat ekonomi keluarga mereka secara mandiri.
“Semangat utamanya adalah melahirkan kelas menengah baru dari Jawa Barat melalui sekolah-sekolah industri unggulan. Selama ini, akses masyarakat ekonomi menengah ke bawah ke lembaga pendidikan tersebut sangat terbatas,” ujar Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan resmi, Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga:Jaga Ketahanan Pangan, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Warning Alih Fungsi Lahan AbadiSinyal Borneo FC Juara Perdana BRI Super League Semakin Nyata: Persija Bisa jadi Batu Sandungan Buat Persib
Sebagai langkah awal, Pemprov Jabar telah menyalurkan beasiswa kepada 100 siswa terpilih. Namun, melihat urgensi dan antusiasme masyarakat, Dedi menegaskan akan melakukan ekspansi besar-besaran dengan menargetkan kuota hingga 800 penerima manfaat dalam waktu dekat. Perluasan ini diharapkan menjadi lokomotif penggerak dalam menurunkan angka kemiskinan di Jawa Barat melalui pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif.
Dukungan Penuh dari Sektor Industri
Langkah progresif Pemerintah Provinsi ini mendapat sambutan hangat dari kalangan dunia usaha. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Barat menilai kebijakan KDM sebagai solusi tepat guna untuk menjawab tantangan ketersediaan tenaga kerja ahli sekaligus menjaga daya saing industri di Jawa Barat.
Ketua DPP APINDO Jabar, Ning Wahyu Astutik, mengungkapkan bahwa inisiatif ini memberikan dampak ganda: memutus rantai kemiskinan sekaligus memastikan sektor industri memiliki pasokan tenaga kerja yang profesional dan siap pakai.
“Gubernur sangat fokus pada penciptaan SDM berkualifikasi dengan menggratiskan sekolah bagi anak-anak yang memiliki potensi akademik namun terkendala biaya. Nantinya, mereka dibentuk menjadi talent unggul yang sangat dibutuhkan oleh para pengusaha saat ini,” jelas Ning.
