Neneng Hasanah Jabat Plt Direktur RSUD Waled, Perpisahan Budi Soenjaya Berlangsung Haru

Neneng Hasanah Jabat Plt Direktur RSUD Waled, Perpisahan Budi Soenjaya Berlangsung Haru
0 Komentar

CIREBON – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon akhirnya mengeluarkan surat keputusan pelaksana tugas (SK Plt) untuk tiga jabatan eselon II yang selama beberapa waktu kosong. Salah satu pejabat yang mendapat SK tersebut yakni Neneng Hasanah (Wadir RSUD Waled) yang ditunjuk sebagai Plt Direktur RSUD Waled menggantikan direktur sebelumnya yakni Budi Setiawan Soenjaya yang kini menjadi Staff Ahli Bupati Cirebon.

Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon, Hilmi Rivai mengatakan, penerbitan SK Plt ini dimaksudkan agar kinerja OPD tidak terganggu. Termasuk dalam hal penyerapan anggaran, karena tahun 2021 ini hanya tinggal dua bulan lagi. Jika dibiarkan kosong, tentu kinerja OPD yang ditinggalkan Kadis maupun Direktur akan tidak sinkron dengan kebijakan yang sudah ditetapkan. “Diharapkan kinerja OPD dan RSUD Waled bisa maksimal dengan telah terisinya Plt ini. Agar tidak ada lagi alasan anggaran tidak terserap di sisa waktu dua bulan ini,” kata Hilmi baru-baru ini.

Selain itu, kata Hilmi, dengan adanya Plt sisa anggaran 2021 bisa terselesaikan, baik secara penyerapan maupun tanggungjawab kinerjanya. Karena itu, Hilmi meminta agar Plt bisa melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan bawahannya serta menjaga kondusifitas meskipun jabatannya hanya sampai akhir tahun ini saja. “Tanggung jawab Plt memang besar, sama dengan yang definitif. Tapi waktunya sangat singkat. Meskipun begitu, asal mereka mampu menjalin komunikasi dengan bawahannya pasti semua sisa anggaran akan diselesaikan,” paparnya.

Baca Juga:Tiga Hari Karantina, Ridwan Kamil Hasilkan Empat Karya LukisanRidwan Kamil: Pengusulan Mochtar Kusumaatmadja Pahlawan Nasional Terus Berproses

Senada dengan penuturan Bupati Cirebon Imron Rosyadi,  saat ini orang-orang yang menempati SOTK baru harus segera mengejar target dan mempunyai program. Masalahnya perubahan SOTK baru, jelas merubah juga nama bidang-bidang. “Kadis-kadis yang menempati SOTK baru segera kejar target. Harus punya program yang jelas. Contohnya di PUPR, bidang-bidang kan berubah. Contohnya yang tadinya ada bidang irigasi dan saluran air, sekarang berubah menjadi bidang PSDA. Otomatis beban kerja juga bertambah,” ungkap Imron.

Perpisahan Penuh Haru Biru

Sementara itu, suasana perpisahan Direktur sebelumnya yakni Budi Setawan Soenjaya dengan karyawan di RSUD Waled berlangsung penuh haru. Tepat pada Senin 1 November 2021, dr Budi melepas jabatan kedinasannya sebagai Direktur RSUD Waled, Kabupaten Cirebon, yang telah diemban selama lima tahun.

0 Komentar