Operasi Kutil Berujung Hilang Nyawa, RS Mitra Kasih Cimahi Digugat

Operasi Kutil Berujung Hilang Nyawa, RS Mitra Kasih Cimahi Digugat
3 Komentar

Hal yang sama dikatakan kembali oleh dr. Riezky Danang Dady, MMRS., Wakil Direktur/Kepala Bidang Pelayanan RSMK di dalam pertemuan dengan keluarga Alm. Easter tanggal 31 Maret 2021. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, dr. Zainal Abidin, Sp.THT Ketua Komite Medik RSMK, dr. Tomi Sutanto, dan Zr. Pipit Sumiati, dan Henny Sekretaris Direktur RSMK Cimahi.

Pada pertemuan tanggal 30 Juni 2021, pihak RSMK Cimahi melalui Kasi Pelayanan Medis dr Tomi, kembali menegaskan bahwa kematian pasien operasi kutil “Easter” pada 15 Maret 2021 disebabkan oleh DIC. Kemudian pada saat yang sama, dr Teguh, Sp.PD. mengatakan bahwa DIC merupakan terjadinya kekacauan sistem pembuluh darah pada tubuh manusia yang disebabkan oleh infeksi.

Turut hadir dalam pertemuan, 30/6/2021, Ketua Komite Medik RSMK Cimahi dr. Zainal Abidin, Sp.THT., Sekretaris Komite Medik Yuli, Sub Komite Kredensial dr. Susanto Tjiptosumarto, Sp.Rad., Sub Komite Etik dan Disiplin dr Rati Rarashati, dan dr Faris, Sp.An., Kasi Keperawatan Suster Pipit.

Baca Juga:PLTB Dibangun Dekat Ciletuh, Ini Harapan Wagub JabarLuhut Minta Command Center Terus Update Perangkat Lunak

Pihak keluarga pasien menduga, pihak RSMK Cimahi telah lalai dan terlalu lambat mengetahui atas apa yang dialami pasien pasca operasi sehingga pihak RSMK “tampaknya” tidak mampu berbuat apa-apa. “Kami menduga, DIC yang dialami pasien diduga kuat muncul karena masuknya virus akibat tindakan pembedahan oleh tim medis RSMK atas diri pasien, “ujar Demak Siregar, pihak keluarga penggugat.

Pihak penggugat juga menemukan beberapa fakta yang mengarah bahwa RSMK diduga keras tidak profesional. Menurut pihak penggugat, sejatinya, pasien yang dioperasi kulit minor, seperti pengangkatan kutil, membutuhkan anestesi lokal saja. Anestesi lokal dibutuhkan dalam operasi atau prosedur yang cepat sehingga pasien dapat pulang setelah operasi dan operasi yang tidak memerlukan pelemasan otot atau kondisi pasien tidak sadar. Sayangnya, dokter spesialis anestesi di RSMK menerapkan anestesi umum atas diri pasien.

Ironisnya, pihak RSMK sempat menuding pihak keluarga yang terlalu aktif mendorong agar dilakukan tindakan operasi kutil. “Pihak keluarga merasa tidak memaksa agar kutil tersebut dioperasi. Seharusnya, tim medis RSMK memiliki profesionalitas secara keilmuan serta pengalaman mereka atas penyakit yang dialami pasien, “kata Demak Siregar menimpali.

3 Komentar