CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi menetapkan status kewaspadaan tinggi menyusul temuan kasus campak yang tersebar di empat kecamatan. Bupati Cirebon, H. Imron, menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat melakukan intervensi medis guna memutus mata rantai penyebaran penyakit menular tersebut.
​Empat wilayah yang teridentifikasi terdampak meliputi Kecamatan Ciwaringin, Greged, Mundu, dan Sumber. Menanggapi situasi ini, Bupati menegaskan bahwa langkah penanganan tidak boleh dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi antar-lini kesehatan.
​Penanganan Terpadu dan Lintas Sektor
Bupati Imron menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah telah merancang skema penanganan terpadu yang melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) serta seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah terdampak. Fokus utama saat ini adalah isolasi kasus dan penguatan daya tahan tubuh masyarakat sekitar.
Baca Juga:Jawa Barat Targetkan Bebas Kabel Semrawut 2029: KDM Instruksikan Transformasi Total ke Sistem Bawah TanahIsu Keretakan Internal Mencuat, Wakil Wali Kota Cirebon Akui Tak Dilibatkan dalam Mutasi Massal Pejabat
​“Kami pastikan penanganan dilakukan secara komprehensif. Dinas Kesehatan dan Puskesmas di wilayah terdampak, bahkan di kecamatan penyangga sekitarnya, telah diinstruksikan untuk berkolaborasi melakukan mitigasi,” ujar Imron saat memberikan keterangan di hadapan media, Selasa (5/5).
​Lebih lanjut, Imron meminta agar kecamatan yang saat ini masih berstatus zona hijau atau belum terdampak tidak lantas lengah. Ia menekankan pentingnya deteksi dini dan kewaspadaan kolektif, mengingat pola persebaran penyakit sering kali meningkat drastis saat terjadi fluktuasi cuaca.
​Tantangan Cuaca dan Edukasi Vaksinasi
Selain faktor infeksi, Bupati menyoroti kondisi transisi musim atau pancaroba yang dinilai memperlemah imunitas warga. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dalam menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai benteng pertahanan pertama.
​“Masyarakat harus ekstra menjaga kondisi fisik. Pergantian musim seperti sekarang sangat rawan bagi penularan penyakit. Saya minta dinas terkait tidak hanya menunggu di kantor, tapi aktif turun ke lapangan membantu pencegahan,” imbuhnya.
​Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah di lapangan adalah masih adanya stigma negatif atau keraguan sebagian orang tua terhadap program vaksinasi. Menanggapi hal tersebut, Imron secara tegas meminta para orang tua untuk memprioritaskan keselamatan jangka panjang anak-anak mereka melalui imunisasi.
