Damri, Moda Transportasi Pertama Integrasi dengan Bandara Kertajati‎

Damri, Moda Transportasi Pertama Integrasi dengan Bandara Kertajati‎
0 Komentar

“‎Dulu suka ada yang nanya aksesnya gimana ke sini. Dulu saya belum bisa jawab. Sekarang saya sudah bisa jawab karena Damri beroperasi di sini. Kalau kami pihak bandara sangat bersyukur, artinya Damri akan bisa mempermudah ke sini dan keluar setelah penerbangan,” terangnya.

Menurutnya, untuk menuju Kertajati Tol Cipali masih menjadi andalan masyarakat. Tol terpanjang di Indonesia saat ini mengakomodir masyarakat Bandung Raya, Purwakarta , Subang sampai dan Bogor dan sekitarnya. Hadirnya Tol Cisumdawu pada 2020 tentu akan semakin mempermudah masyarakat di selatan Jawa Barat menuju Kertajati.

“‎Selanjutnya Cisumdawu tahun 2020 bisa terkoneksi ke sini. Tol Cipali juga sudah tersambung ke Brebes, jadi catch penumpang dari Jawa Tengah juga bisa ke sini,” imbuhnya.

Baca Juga:Ingin Jadi Pusat Kajian Islam Dunia, Indonesia Bangun UIII di Kota DepokPatut Dicontoh! Polsek Babakan Bagikan Takjil & Ringankan Beban Anak Yatim Desa Binaan

Sementara itu Dedi Taufik menambahkan, ‎hadirnya Damri dari dan ke Kertajati memang sudah seharusnya untuk memudahkan konektivitas. Karena kata dia, akan sia-sia jika bandara Kertajati yang sudah dibangun semegah mungkin tidak disinergikan dengan pendukung lainnya.

‎”Bandara kalau enggak ada koneksi percuma. Terminal megah ini harus disinergikan. Damri yang masuk adalah bentuk kolaborasi. Kita selaku regulator akan mempermudah segala-galanya. Mau dari mana kemana kita berikan. Karena koneksi harus jelas,” tandasnya.

Dia berharap, dibukanya rute Kertajati ke berbagai daerah bisa menjadi triger untuk pengusaha bus lainnya. Sebab Bandara Kertajati yang akan melayani sekitar 5,6 juta penumpang ‎per tahunnya akan terus bertambah untuk menunjang kebutuhan konektivitas.

“Apalagi statment Presiden (Jokowi) terbang haji dari sini. Artinya akan makin banyak membutuhkan pelayanan transportasi darat menuju ke sini,” tandasnya. (rls/hms)

0 Komentar