KARAWANG – Ratusan pencari kerja asli Karawang, “serang” kantor Bupati Karawang, Senin (4/4/2016). Mereka menuntut pekerjaan. Kepada pimpinan di Pemkab Karawang, mereka meminta untuk bisa diterima bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di kabupaten kota industri tersebut.
Para pencari kerja asli Karawang merasa kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan di Karawang yang katanya merupakan kota industri. Dalam aksinya ini, mereka juga menyinggung soal Perda no 1 tahun 2011 tentang Tenaga Kerja. Dimana dalam Perda itu disebutkan, penyerapan tenaga kerja orang Karawang 60 % dan orang luar Karawang 40 %.
“Tapi buktinya mana? Yang ada, pekerja di semua kawasan industri di Karawang adalah orang luar Karawang,” ucap Herman (19), seorang pencari kerja warga Rengasdengklok.
Baca Juga:Pulang Nonton Final di Stadion GBK, Bobotoh Gondol Uang Rp100 JutaUsai Lakoni Laga Final, Gelandang Persib Taufiq Pingsan, Kekurangan Oksigen
Ketika melihat banyaknya orang pencari kerja bergerombol di depan gerbang pemkab Karawang, wakil Bupati Ahmad Zamaksyari langsung menghampirinya. Wabup yang akrap disapa Kang Jimmy ini kemudian mengajak para pencaker berdiskusi di halaman Pemkab Karawang.
“Mulai besok saya akan sidak ke perusahaan-perusahaan dan menanyakan berapa persen orang Karawang yang bekerja di perusahaan tersebut,” kata Wabup Jimmy.
Lanjut Jimmy, kepentingan sidak nanti di perusahan itu bukan hanya menanyakan tenaga kerja, akan tetapi pihaknya akan memonitoring dana CSR, limbah B3, dan mobil angkutan karyawan. “Dana CSR harus dimanfaatkan di 309 desa yang ada di Karawang dan limbah B3 jangan sampai mencemari sungai yang ada di Karawang,” jelasnya.
Kemudian Jimmy juga akan menanyakan angkutan karyawan, kenapa mobilnya itu banyak yang plat B. “Buat apa ada angkutan karyawan kalau mobilnya leter B, ini perintah Bupati, kami akan sidak besok,” ucapnya.
Dirinya berpesan kalau nanti orang Karawang sudah masuk kerja, jangan ada lagi kata malas. Buktikan bahwa orang Karawang tangguh. “Jangan malas ya kalau nanti udah masuk kerja, beri kami waktu 1 bulan,” ucapnya.
Kemudian para pencari kerja senang mendengar bahwa peerintah Kabupaten Karawang alan memprioritaskan orang asli Karawang untuk bekerja di perusahaan, dan akhirnya para pencari kerja bubar dengan tertib.
Dari penelusuran Jabar Publisher, banyak sistem percaloan dalam penerimaan tenaga kerja di Karawang. Dengan berkedok yayasan penyalur tenaga kerja, mereka kerap meminta duit kepada setiap pencari kerja yang ingin mendapatkan pekerjaan di Karawang. Makanya, dari sekian banyak pekerja di semua industri yang ada di Karawang, nyaris 90 persen merupakan pendatang, karena mereka berani membayar barapapun duit yang diminta oleh si calo.
