TIMUR TENGAH kembali diguncang. Kali ini badai pasir parah menyerang wilayah yang kerap berkecambuk itu. Enam orang tewas di Suriah dan Lebanon, saat badai pasir parah melanda Wilayah Timur Tengah pada, Selasa (8/9/2015) waktu setempat, selain jutaan orang yang menderita gangguan pernafasan, demikian laporan media lokal.
Puluhan ribu orang Suriah telah menderita sesak nafas dan gangguan pernafasan di Suriah sejak badai pasir menerjang negeri itu, kata kantor berita resmi Suriah, SANA, Rabu (9/9). Badai pasir melanda Suriah sejak Ahad (6/9) dan menewaskan tiga orang di Provinsi Hama di bagian tengah negeri tersebut pada Selasa, dan mengakibat orang menderita sesak nafas serta gangguan pernafasan, termasuk alergi pada ribuan warga di Hama dan di luar wilayah tersebut, kata SANA. Badai pasir sebagian disebabkan oleh sistem tekanan rendah yang menutupi seluruh wilayah itu dan angin yang bertiup dari timur, kata SANA.
Sementara itu, Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia, kelompok pengawas yang berpusat di Inggris, menyebutkan jumlah korban jiwa akibat badai pasir jadi enam di Hama, Provinsi Deir Az-Zour di Suriah Timur serta Provinsi Daraa di bagian selatan.
Baca Juga:PKS Eratkan Silaturahmi dengan Ormas IslamDitabrak, Remaja 17 Tahun Malah jadi Terdakwa
Departemen Kesehatan Suriah menegaskan rumah sakit siap menanggapi kondisi darurat, termasuk penyediaan obat yang berkaitan dan bronkodilator –obat-obat yang digunakan untuk mengatasi kesulitan bernafas yang disebabkan oleh asma, bronchitis, bronchiolitis, pneumonia dan emfisema– serta masker wajah untuk meredakan alergi akibat badai pasir.
Direktorat Meteorologi Suriah menyatakan badai pasir saat ini merupakan “fenomena langka” pada saat ini dalam satu tahun, demikian laporan Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi. Badai pasir tersebut diperkirakan secara bertahap mulai berkurang mulai Selasa malam waktu setempat, tapi akan berlangsung terus sampai akhir pekan, akibat tak-adanya hujan.
Badai pasir telah memaksa militer Suriah membekukan operasinya di Wilayah Dataran Rendah Al-Ghab di Hama. Badai pasir juga menghalangi pesawat dan helikopter melancarkan serangan udara terhadap posisi gerilyawan di pinggiran Hama dan Provinsi Idlib di bagian barat-laut negeri tersebut.
