KUNINGAN – Gelombang penolakan terhadap aktivitas pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang, merambah ke wilayah Kuningan Timur. Sejumlah elemen masyarakat di Kecamatan Ciawigebang secara tegas menyatakan sikap menolak segala bentuk investasi maupun kehadiran tim yang terafiliasi dengan tokoh asal Indramayu tersebut di wilayah mereka.
Sikap tegas ini mencuat dalam forum audiensi yang mempertemukan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda di Gedung IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kecamatan Ciawigebang, Jumat (8/5/2026) siang. Pertemuan yang digelar usai salat Jumat tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyuarakan keresahan yang kian memuncak dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua MUI Kecamatan Ciawigebang, KH Maksum Abdullah, menegaskan bahwa penolakan ini didasari oleh kekhawatiran mendalam terhadap rekam jejak ajaran dan pemahaman keagamaan Panji Gumilang yang sempat memicu kontroversi luas di jagat maya. Menurutnya, masyarakat ingin menjaga kondusivitas serta kemurnian tatanan sosial keagamaan yang sudah terjaga baik di Kuningan.
Baca Juga:Transformasi Aset Negara di Ciperna, Pemkab Cirebon Incar Investasi dan Perluasan Lapangan KerjaBidik Jalan Mulus 2029, DPUTR Kabupaten Cirebon Mulai Betonisasi di 91 Titik Strategis
“Penolakan ini adalah bentuk spontanitas atas kekhawatiran warga dan para tokoh terhadap aktivitas Panji Gumilang. Kami mencermati ajaran dan pemahaman agama yang bersangkutan melalui berbagai media sosial, dan hal itu menimbulkan keresahan di tengah umat,” ujar KH Maksum Abdullah saat memberikan pernyataan resmi di lokasi kegiatan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya preventif. Berdasarkan informasi yang dihimpun warga, tim dari Panji Gumilang diduga mulai bergerak secara masif di wilayah tetangga, yakni Kecamatan Cidahu, dengan modus pengumpulan dokumen pertanahan.
“Kami menerima informasi bahwa tim mereka telah melakukan pengumpulan surat tanah. Kabar yang beredar, sudah ada sekitar 800 SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) milik warga yang siap dibiayai atau diambil alih. Hal inilah yang memicu antisipasi ketat dari kami di Ciawigebang,” tambahnya.
Pantauan di lokasi, audiensi berlangsung dengan tensi yang terjaga namun penuh penekanan. Hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Kuningan, Khadafi Mufti, Kapolsek Ciawigebang AKP Dani Supriadi, serta jajaran unsur pimpinan kecamatan (Forkopimcam).
Pertemuan ini sendiri merupakan respons cepat otoritas dan warga setempat menyusul viralnya video di media sosial yang menunjukkan kehadiran tim eksternal di Kuningan Timur. Tim tersebut disebut-sebut memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas Al Zaytun, yang kemudian memicu kecurigaan terkait adanya ekspansi lahan atau penyebaran pengaruh di wilayah Kabupaten Kuningan.
