Sementara itu di Lebanon tiga orang meninggal dan lebih dari 750 orang lagi dirawat di rumah sakit karena mengalami gangguan pernafasan akibat badai pasir yang tak pernah terjadi sebelumnya dan melanda Lebanon pada Selasa, kata Kementerian Kesehatan negeri tersebut.
“Tiga orang meninggal dan hampir 750 orang dibawa ke rumah sakit saat badai pasir musiman melanda Lebanon, dan menutupi negeri ini, termasuk Beirut, dengan selimut debu berwarna kuning,” kata Kementerian Kesehatan itu di dalam satu pernyataan.
“Jumlah kasus orang tersedak dan sesak nafas akibat badai pasir telah naik jadi 750,” kata kementerian tersebut, setelah badai pasir melahap Wilayah Bekaa dan di bagian utara negeri itu.
Baca Juga:PKS Eratkan Silaturahmi dengan Ormas IslamDitabrak, Remaja 17 Tahun Malah jadi Terdakwa
Kementerian tersebut juga mengatakan negara itu telah siaga, dan mendesak orang yang menderita gangguan pernafasan dan gangguan jantung agar tetap berada di dalam rumah.
Sementara itu di Israel, pemerintah mengeluarkan peringatan kesehatan masyarakat pada Selasa untuk menyeru warga agar sedapat mungkin tetap berada di dalam rumah karena badai pasir parah meningkakan polusi.
Kementerian Perlindungan Lingkungan Hidup mengeluarkan peringatan, dan menyeru orang tua, pemuda, perempuan hamil dan orang dari segala usia yang menderita gangguan pernafasan agar tetap berada di dalam rumah, terutama karena tingginya polusi dicatat di seluruh negeri tersebut.
Badai pasir itu tidak biasa dan membuat petugas ramalan cuaca di Israel tidak siap, sebab badai biasanya terjadi pada musim dingin dan berasal dari Afrika, kata dinas meteorologi. (gmn/bay)
