Pemkot Cirebon Gandeng Apjatel Tuntaskan Kabel Semrawut Lewat Sistem Ducting Tanpa Bebani APBD

Pemkot Cirebon Gandeng Apjatel Tuntaskan Kabel Semrawut Lewat Sistem Ducting Tanpa Bebani APBD
Pemerintah Kota Cirebon dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia (Apjatel) resmi bersepakat untuk menata dan mengembangkan infrastruktur pasif telekomunikasi guna merapikan tata ruang kota.
0 Komentar

Strategi Berbeda di Kawasan Pemukiman: Penggunaan Tiang Bersama

Selain fokus pada jalan-jalan protokol perkotaan, Pemkot Cirebon juga memetakan penanganan khusus untuk kawasan pemukiman dan perumahan padat penduduk. Berdasarkan kajian teknis, penerapan sistem ducting di jalan lingkungan dinilai kurang efisien karena kontur wilayah dan struktur tanah permukiman yang padat.

Sebagai solusi alternatif, pemerintah mendorong penerapan tiang bersama bagi seluruh provider telekomunikasi. Langkah ini diambil untuk mencegah menjamurnya tiang-tiang liar yang seringkali merusak pemandangan lingkungan warga.

“Di jalan lingkungan atau perumahan sudah terlalu banyak tiang berdiri. Satu titik bisa ada 5 hingga 7 tiang yang membuat warga risih. Ke depan, kita dorong penggunaan tiang bersama agar tidak merusak estetika lingkungan,” jelas Wali Kota.

Baca Juga:Kabupaten Cirebon Darurat Sampah: 873 Ton Tak Tertangani Tiap Hari, Beban Dialihkan ke DesaAngka Pelanggaran Anjlok 55%, Polres Brebes Beri 'Reward' Cokelat untuk Pengendara Tertib

Apresiasi dan Progres Lapangan

Inisiatif kolaboratif antara Pemkot Cirebon dan Apjatel ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan masyarakat serta DPRD setempat. Berdasarkan catatan data teknis infrastruktur, upaya perapian jaringan di berbagai titik di Cirebon terus menunjukkan tren positif, di mana sebagian besar target linier telah mendekati tahap penyelesaian akhir menjelang akhir tahun 2026.

Dengan tuntasnya proyek percontohan ducting ini, Kota Cirebon optimistis dapat bertransformasi menjadi kawasan urban yang modern, tertib, aman, serta nyaman bagi seluruh warga maupun wisatawan yang berkunjung. (red/dbs)

0 Komentar