“Efisiensi anggaran sangat berdampak pada seluruh sektor, baik di tingkat desa maupun kabupaten. Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama dan kolaborasi nyata dalam membangun daerah. Demi kenyamanan masyarakat serta para pengguna jalan yang melintas, anggaran kabupaten yang terbatas kami tutupi dengan pengerjaan swadaya dan gotong royong agar seluruh ruas jalan rusak ini bisa tertangani dengan sempurna,” ujar Alimudin.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemkab Cirebon serta seluruh lapisan masyarakat yang telah berkontribusi aktif dalam merealisasikan proyek perbaikan jalan tersebut. Model kolaborasi berbasis gotong royong ini diharapkan dapat menjadi preseden positif bagi desa-desa lain dalam menghadapi keterbatasan anggaran infrastruktur di Kabupaten Cirebon. (red/jp)
