CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon terus memacu pembenahan sarana dan prasarana pendidikan guna menunjang iklim belajar yang lebih kondusif. Langkah ini ditandai dengan selesainya pengerjaan tahap pertama program revitalisasi pada 12 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang tersebar di wilayah Kabupaten Cirebon.
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, meninjau langsung hasil penataan infrastruktur sekolah tersebut dalam gelaran Open House Sekolah Hasil Revitalisasi di SMPN 2 Suranenggala, Kabupaten Cirebon. Dalam peninjauan tersebut, Imron menekankan bahwa pembenahan gedung dan penambahan fasilitas fisik hanyalah salah satu instrumen pendukung dalam dunia pendidikan. Menurutnya, mutu pendidikan yang substansial tetap ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia (SDM) pengajar di dalam kelas.
“Sebagus apa pun bangunan dan fasilitas sekolah, faktor utama keberhasilan pendidikan tetap berada pada kualitas guru, semangat belajar siswa, serta dukungan orang tua dan masyarakat,” ujar Imron di hadapan para pendidik dan pemangku kepentingan pendidikan setempat.
Baca Juga:Buntut Tumpukan Sampah di Luar Gudang, DLH Cirebon Tegur Keras PT MSS dan Beri Ultimatum 24 JamGempur Karhutla Gunung Ciremai, KDM Kerahkan 1.000 Personel Gabungan dan Helikopter Waterbombing
Selain perbaikan fisik bangunan, Imron turut menyoroti pentingnya akselerasi digitalisasi di lingkungan sekolah melalui integrasi Program Indonesia Digital (PID). Keberadaan teknologi di ruang kelas diharapkan tidak sekadar menjadi formalitas, melainkan dimaksimalkan oleh para guru dan siswa untuk menyajikan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) yang lebih interaktif, kreatif, dan produktif.
Pelaksanaan pembenahan fasilitas sekolah di Kabupaten Cirebon ini mengandalkan skema kolaborasi lintas tingkatan pemerintah. Program ini mendapat sokongan anggaran dan sinergi kebijakan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menjelaskan skema dan capaian pengajuan bantuan sarana pendidikan daerah. Ia mengungkapkan bahwa Pemkab Cirebon sebelumnya telah mengusulkan bantuan revitalisasi untuk 33 unit SMPN. Dari usulan tersebut, sebanyak 13 sekolah berhasil mendapatkan realisasi program—dengan rincian 12 sekolah telah rampung pengerjaannya pada tahap pertama, sedangkan satu sekolah sisanya masih dalam proses penyelesaian.
Ronianto menambahkan, intervensi anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi menjadi krusial mengingat kapasitas fiskal daerah yang terbatas dalam menanggulangi seluruh kerusakan sarana pendidikan secara sekaligus.
