KUNINGAN — Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Ciremai, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menginstruksikan pengerahan 1.000 personel gabungan dan mengoperasikan helikopter waterbombing guna mempercepat pemadaman titik api dari udara serta memutus rantai penyebaran kebakaran.
​Langkah taktis tersebut diambil setelah peninjauan langsung di lokasi kejadian. KDM memastikan bahwa koordinasi lintas instansi telah dimaksimalkan untuk mengamankan ekosistem taman nasional tersebut. Saat ini, pergerakan api dilaporkan telah berhasil diisolasi sehingga ancaman perambatan ke area vegetasi hutan yang lebih luas dapat dicegah.
​”Penanganan kebakaran hutan di kawasan Gunung Ciremai sejauh ini berjalan dengan baik. Langkah krusial pertama yang berhasil dilakukan tim di lapangan adalah mengisolasi pergerakan api, sehingga saat ini kobaran api tidak lagi menjalar ke kawasan hutan lainnya,” ujar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam keterangannya.
Baca Juga:Kasus MBG di Cirebon Tembus 395 Korban, Dinkes Sebut Laju Penambahan Pasien Mulai MelambatSkandal Tunjangan DPRD Rp18,7 Miliar: Wakil Bupati Indramayu Syaefudin Resmi Ditahan Kejati Jabar
​Guna mengoptimalkan pemadaman pada medan yang sulit dijangkau jalur darat, Pemprov Jawa Barat menggalang sinergi dengan pemerintah pusat dan pimpinan instansi militer. KDM secara langsung membangun komunikasi tingkat tinggi bersama Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Panglima TNI, hingga Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) untuk mendatangkan bantuan armada udara.
​Sesuai skenario operasional, armada helikopter waterbombing dijadwalkan terbang dari markas awal di Bogor menuju Jawa Barat. Helikopter tersebut akan memanfaatkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati serta Pangkalan Udara (Lanud) Sukani di Kabupaten Majalengka sebagai pangkalan tumpu (staging base) sebelum melakukan pengisian air dan pengeboman air secara masif di titik-titik api utama Gunung Ciremai.
​”Koordinasi langsung kami lakukan begitu selesai meninjau kondisi lapangan di Ciremai. Saya menghubungi Wamenhan yang kemudian mengonsolidasikan jajarannya. Pada malam harinya, komunikasi dilanjutkan bersama Panglima TNI dan KSAU untuk mematangkan dukungan penanganan dari udara,” jelas KDM.
​Di jalur darat, pengerahan 1.000 personel yang terdiri atas unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, hingga elemen masyarakat lokal difokuskan pada pembersihan jalur sekat bakar (firebreak) serta penyisiran sisa-sisa bara api (mopping up). Kehadiran personel gabungan di darat dipastikan menjadi penentu utama agar api yang disiram dari udara tidak kembali menyala akibat paparan angin kencang dan cuaca kering.
