Pemprov Jabar Libatkan 25.000 Mahasiswa untuk Dampingi Masyarakat Kelola Sampah

Pemprov Jabar Libatkan 25.000 Mahasiswa untuk Dampingi Masyarakat Kelola Sampah
Pemda Provinsi Jabar mendorong optimalisasi fasilitas pengolahan sampah yang telah tersedia di kabupaten dan kota di Bandung Raya hingga berbagai teknologi pengolahan lainnya.
0 Komentar

Herman mengatakan, seluruh langkah tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi Pemda Provinsi Jabar untuk memperpanjang masa operasional TPA Sarimukti hingga Desember 2029. Sebelum akhirnya pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste to Energy di TPPAS Legok Nangka resmi beroperasi penuh pada 2030 sebagai solusi jangka panjang.

“Harapan Pak Gubernur, Sarimukti bisa operasional sampai Desember 2029. Kami sedang upayakan hulu, tengah dan hilir,” ujarnya.

Menurut ia, persoalan sampah Bandung Raya tidak lagi bisa dipandang sebagai urusan pemerintah semata. Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting karena sebagian besar persoalan bermula dari sumber sampah itu sendiri.

Baca Juga:Kasus Kematian Istri Dokter di Babakan Masih Ditangani Satreskrim Polresta Cirebon, Publik Tunggu PerkembanganPuluhan Rumah Sakit di Jawa Barat Sepakat Kerja Sama untuk Perkuat Perlindungan Kesehatan Masyarakat

Herman mencontohkan masih ditemukannya timbulan sampah di sejumlah titik yang sekilas terlihat bersih, tetapi ternyata terdapat timbunan sampah yang disembunyikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan mengangkut sampah dari satu tempat ke tempat lain.

“Tidak bisa kita main angkut-angkut terus tanpa penanganan komprehensif. Saatnya ada peran serta masyarakat dan semua komponen,” tegas Herman.

Karena itu, ia mengajak warga Bandung Raya untuk mulai mengurangi produksi sampah, memilah sampah sejak dari sumber, serta memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai guna.

“Pemda sudah bergerak, perguruan tinggi bergerak, Pramuka bergerak. Ayo masyarakat juga bergerak,” katanya.

Menurut Herman, pengurangan 20 persen saja sudah akan memberikan dampak signifikan terhadap sistem pengelolaan sampah Bandung Raya. Jika partisipasi masyarakat semakin kuat, pengurangan tersebut bahkan dapat melampaui target.

“Ini bukan lagi sekadar tugas dan fungsi. Ini sudah soal harga diri kita,” ujar Herman.

Dengan strategi hulu, tengah dan hilir yang dijalankan secara bersamaan, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berharap ancaman krisis sampah Bandung Raya dapat dicegah. Pilihannya, kata Herman, tidak bisa lagi ditunda, seluruh pihak harus bergerak sebelum persoalan sampah berubah menjadi ledakan yang sulit dikendalikan. (rls/hms)

0 Komentar