Kendati demikian, pemerintah turut mengajak partisipasi aktif serta kesadaran masyarakat dalam mengawal hasil pembangunan infrastruktur tersebut. Dedi mengingatkan warga agar tidak buru-buru melintasi ruas jalan yang baru saja selesai dicor demi menjaga kualitas konstruksi agar matang secara sempurna.
“Kalau sudah bagus, ingat ya, waktu jalan masih basah jangan diinjak dulu pakai motor atau mobil. Tunggu sampai 14 hari, baru boleh lewat,” imbaunya.
Dengan pengoperasian armada Mobile Batching Plant berbasis partisipasi pajak ini, Pemprov Jabar optimis disparitas pembangunan antara kota dan desa dapat terpangkas secara signifikan, sekaligus menghadirkan infrastruktur jalan yang handal, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Jawa Barat. (red/dbs)
