CIREBON — Suasana tenang di kawasan Kampung Suradinaya, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, mendadak berubah gempar. Warga sekitar dan para pengguna jalan dihebohkan dengan berita penemuan sesosok jenazah wanita yang terbujur kaku di dalam salah satu kamar hotel melati di kawasan tersebut.
Hingga saat ini, area sekitar lokasi kejadian dipadati oleh warga yang penasaran, sementara aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap misteri di balik kematian korban.
Kronologi Singkat Penemuan Jenazah
Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun dari laporan di lapangan, peristiwa ini bermula ketika petugas hotel berencana mendatangi kamar yang dihuni korban guna mengingatkan batas waktu check-out (keluar kamar) yang telah ditentukan.
Baca Juga:DPRD Kabupaten Cirebon Sahkan Raperda Data Desa Presisi untuk Perkuat Tata Kelola PemerintahanPersib Bandung Jadi Motor Utama Kenaikan Koefisien Liga Indonesia di Asia
Namun, alih-alih mendapatkan respons, petugas hotel justru dikejutkan dengan penemuan jasad korban yang sudah tergeletak di bawah tempat tidur kamar hotel lantai tiga dalam kondisi tidak bernyawa dan ditutup seprei
Berdasarkan keterangan saksi dan penelusuran awal, korban yang diperkirakan berusia sekitar 23 tahun tersebut tercatat sebagai warga asal Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Korban diketahui check-in di hotel tersebut pada Minggu malam, 20 September 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Korban datang dan masuk ke kamar hotel bersama seorang teman pria.
“Korban datang sekitar pukul 22.00 WIB, Minggu malam, 20 September 2026. Sementara teman pria korban kemudian keluar dari kamar pagi hari Senin, 21 September 2026,” ujar saksi bernama Candra.
Penyelidikan Intensif dan Identifikasi Tim Inafis
Mendapati laporan tersebut, pihak manajemen hotel langsung meneruskannya kepada aparat kepolisian. Tak lama berselang, Tim Identifikasi Inafis Polres Cirebon Kota tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP secara mendalam guna mengumpulkan barang bukti serta jejak-jejak yang ditinggalkan di dalam kamar hotel.
Di lokasi kejadian, tampak pula sejumlah orang yang diduga merupakan pihak keluarga korban mendatangi area hotel setelah mendengar kabar duka tersebut. Kendati demikian, aparat kepolisian dan petugas gabungan masih harus melakukan verifikasi data secara menyeluruh guna memastikan identitas serta hubungan kekerabatan mereka dengan korban.
“Ini ada beberapa orang yang katanya keluarga korban, tapi belum bisa dipastikan karena menunggu kecocokan data,” ungkap laporan dari jurnalis di lapangan.
