Napas Baru Tata Kota Cirebon: Lampu Hijau Pembangunan Flyover Krucuk dan Kesambi Resmi Dikantongi

Lampu hijau pembangunan fly over di kota cirebon
Pemerintah akhirnya memberikan lampu hijau atas rencana besar pembangunan dua infrastruktur strategis jalan layang yang akan dibentangkan di kawasan Krucuk dan Jalan Kesambi, Kota Cirebon. (Foto ilustrasi)
0 Komentar

CIREBON — Simpul-simpul kemacetan kronis yang selama ini menjadi titik rawan hambatan mobilitas di Kota Cirebon bersiap diurai secara permanen. Pemerintah akhirnya memberikan lampu hijau alias persetujuan resmi atas rencana besar pembangunan dua infrastruktur strategis berupa jalan layang atau flyover yang akan dibentangkan di kawasan Krucuk dan Jalan Kesambi.

Proyek vital ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang tidak hanya untuk mendongkrak konektivitas serta kelancaran arus lalu lintas regional, tetapi juga sebagai instrumen vital dalam menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang jalur kereta api yang membelah kawasan padat perkotaan.

Menanggapi kepastian kabar baik tersebut, tokoh publik setempat menyampaikan optimismenya bahwa realisasi proyek infrastruktur ini akan segera menapaki babak baru. Berdasarkan perencanaan teknis yang dimatangkan, tahapan eksekusi fisik diproyeksikan mulai berjalan secara bertahap.

Baca Juga:Anomali Desil Ancam Hak Pendidikan Anak Bangsa: Legislator Desak Pembentukan Timsus Evaluasi Data BPSSoroti Maraknya Aksi "Mata Elang" di Cirebon, Laskar Macan Ali Nyatakan Siap Turun Tangan

“Kelihatannya pembangunan fisiknya mulai 2027. Ini baru bulan Agustus, nanti kita follow up lagi. Kita sih cuma penerima manfaat saja,” ujar pihak terkait, sebagaimana dihimpun dari pembahasan arah kebijakan pembangunan infrastruktur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat, memaparkan secara lebih terperinci mengenai kesiapan dokumen perencanaan dan tahapan teknis dari masing-masing proyek jalan layang tersebut. Menurutnya, kedua lokasi memiliki lini masa pengerjaan yang disesuaikan dengan status kelengkapan dokumen Detail Engineering Design (DED).

“Untuk Krucuk sendiri sudah ada DED-nya, jadi baru dibahas tahun depan. Kalau di Kesambi baru proses DED,” jelas Rachman Hidayat saat memberikan keterangan resmi terkait progres proyek strategis tersebut.

Rachman juga memaparkan proyeksi gambaran trase atau lajur lintasan untuk flyover Krucuk yang didesain secara saksama guna memaksimalkan kelancaran arus kendaraan. Jalur layang tersebut direncanakan mulai membentang dari kawasan Jalan Siliwangi, kemudian mengarah ke lampu merah Jalan Wahidin, sebelum akhirnya berbelok dan melandai ke arah Jalan Pilang Raya.

“Jadi tidak lurus ke Wahidin, tetapi nanti turunnya di Jalan Pilang Raya,” tambahnya, menegaskan pola rekayasa jalur yang dirancang untuk mengurai titik-titik krusial kemacetan kota.

0 Komentar