Tingkat Kepuasan Jemaah Haji Kabupaten Cirebon Meningkat, Kemenhaj Dorong Sinergi Kesehatan Bersama RSUD Waled

Kepercayaan jamaah haji kabupaten Cirebon meningkat
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Cirebon, H. Mualim Tamim, M.Ag., hadir langsung dalam peresmian fasilitas Poli Vaksinasi RSUD Waled, Senin (24/8/2026)
0 Komentar

CIREBON — Tingkat kepuasan publik terhadap kualitas penyelenggaraan ibadah haji di Kabupaten Cirebon menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data evaluasi terkini, indeks kepuasan jemaah haji sukses menyentuh angka 99,4 persen. Momentum capaian gemilang ini kian diperkuat dengan langkah strategis pemerintah daerah melalui peresmian layanan Poli Vaksinasi baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled, Kabupaten Cirebon.

Peresmian fasilitas kesehatan anyar yang dihelat di Ruang Medical Check Up (MCU) RSUD Waled ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon guna mendongkrak kepercayaan masyarakat, khususnya di wilayah Cirebon timur.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Cirebon, H. Mualim Tamim, M.Ag., yang hadir langsung dalam peresmian tersebut mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian layanan haji yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, kesuksesan pengelolaan haji yang baru berjalan di bawah kementerian baru ini tidak lepas dari soliditas kerja sama dengan Dinas Kesehatan serta berbagai pihak terkait.

Baca Juga:RSUD Waled Resmikan Poli Vaksinasi, Permudah Calon Jamaah Haji dan Umroh Cirebon TimurTragedi Pohon Tumbang Cirebon  Renggut Nyawa Pemotor: Advokat  LLAJ Sorot Potensi Kelalaian Operasional Proyek

“Info penyelenggaraan haji mendapat apresiasi tinggi dengan tingkat kepuasan mencapai 99,4 persen. Ini tentu menjadi tolak ukur bagi kami di Kemenhaj, dan pencapaian ini tentu berkat peran serta dukungan besar dari Dinas Kesehatan,” ujar Mualim Tamim di lokasi acara.

Lebih lanjut, Mualim menyoroti tantangan ke depan yang semakin ketat, di mana sebanyak 2.423 calon haji asal Kabupaten Cirebon dijadwalkan berangkat pada tahun 2027 mendatang. Dengan estimasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sekitar Rp86 juta serta panjangnya masa daftar tunggu yang mencapai 14 tahun—bahkan diproyeksikan melonjak hingga 26 tahun pada tahun-tahun mendatang—faktor kesiapan fisik menjadi penentu mutlak kelayakan seorang jemaah.

“Aspek kesehatan menjadi hal utama untuk penyelenggaraan haji sekaligus sebagai syarat mutlak pelaksanaan ibadah. Sehingga, jika terdapat pembatalan keberangkatan jemaah karena faktor kesehatan, maka dianggap gugur. Oleh karena itu, kami menyambut baik dan mengapresiasi hadirnya layanan poli vaksinasi di RSUD Waled ini, sehingga dapat membantu mempermudah layanan vaksinasi dan kesehatan calon jemaah haji di Cirebon timur,” tegasnya.

0 Komentar