JAKARTA — Ketidakhadiran Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam agenda peninjauan langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bersama Presiden Prabowo Subianto di wilayah Sumatera dan Kalimantan menuai perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, pihak Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo memberikan penjelasan resmi guna meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
​Mensesneg Prasetyo menegaskan bahwa absennya Menhut Raja Juli Antoni dalam rombongan utama kepresidenan murni merupakan faktor kebetulan dalam penjadwalan lapangan. Menurutnya, hal tersebut terjadi lantaran Menteri Kehutanan telah lebih dulu melakukan peninjauan secara mandiri ke sejumlah titik rawan bencana karhutla di daerah.
​”Ya, kebetulan kan karena beberapa kali juga Menhut sudah berkunjung ke lapangan, kemudian termasuk di Sumatera Selatan,” ujar Prasetyo saat memberikan keterangan resmi.
Baca Juga:Jelang Preliminary  ACL 2: Persib Pilih Si Jalak Harupat untuk Hadapi Manila, Jaga Kesiapan GBLATingkat Kepuasan Jemaah Haji Kabupaten Cirebon Meningkat, Kemenhaj Dorong Sinergi Kesehatan Bersama RSUD Waled
​Lebih lanjut, pihak Istana memastikan bahwa koordinasi antarlembaga dan kementerian terkait penanganan darurat karhutla tetap berjalan solid. Presiden Prabowo Subianto sendiri dalam rangkaian kunjungannya secara aktif memimpin langsung rapat koordinasi bersama jajaran menteri kabinet, kepala daerah, unsur TNI-Polri, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna memastikan penanggulangan bencana asap dan titik api dapat diselesaikan secara cepat dan terpadu.
​Pemerintah menekankan bahwa penanganan karhutla pada musim kemarau ekstrem ini menjadi prioritas utama negara, dengan pengerahan sumber daya maksimal di berbagai wilayah terdampak tanpa terkecuali. (red/dbs)
