Soroti Maraknya Aksi "Mata Elang" di Cirebon, Laskar Macan Ali Nyatakan Siap Turun Tangan

Laskar Macan Ali siap turun menyikapi maraknya Matel di kota cirebon
Panglima Tinggi Laskar Macan Ali, Prabu Diaz, menilai tindakan sepihak yang dilakukan Matel adalah pelanggaran hukum, Senin (24/8/2026).
0 Komentar

CIREBON — Keresahan masyarakat terhadap maraknya aksi penagihan kendaraan secara paksa di jalanan oleh pihak penagih utang atau yang kerap disebut mata elang (matel) memicu reaksi keras dari berbagai elemen. Menanggapi situasi yang kian meresahkan tersebut, ormas Laskar Agung Macan Ali Nusantara Kesultanan Cirebon menyatakan kesiapannya untuk turun tangan mengawal keamanan dan melindungi warga.

Panglima Tinggi Laskar Macan Ali, Prabu Diaz, menilai tindakan sepihak yang dilakukan oleh sejumlah oknum penagih utang dengan cara menghadang atau merampas kendaraan di ruang publik sudah melampaui batas dan tidak bisa dibiarkan. Menurutnya, penyelesaian sengketa kredit atau tunggakan pembiayaan kendaraan wajib melalui prosedur hukum yang sah, bukan dengan cara-cara intimidasi di jalan raya.

“Tidak boleh mengambil atau menguasai barang seseorang secara paksa tanpa adanya keputusan hukum tetap dari pengadilan,” tegas Prabu Diaz saat memberikan keterangan, Senin (24/8/2026).

Baca Juga:Polisi Tegaskan Penundaan Transaksi Rekening Donasi Demo 27 Agustus, Panggil Mas Botok dan OJKIstana Angkat Bicara Terkait Absennya Menhut Raja Juli Saat Presiden Prabowo Tinjau Karhutla

Ia mengungkapkan, aktivitas debt collector yang kerap beroperasi di ruas-ruas jalan utama hingga area parkir pusat perbelanjaan di Kota Cirebon dinilai telah mengancam ketertiban umum. Oleh karena itu, pihaknya mendesak aparat penegak hukum, khususnya jajaran kepolisian, untuk segera mengambil tindakan tegas dalam memberikan perlindungan maksimal bagi para konsumen dan masyarakat.

Kendati demikian, pihak Laskar Macan Ali memastikan tidak akan bertindak gegabah. Saat ini, organisasi tersebut tengah mengumpulkan data serta memetakan wilayah rawan melalui prosedur internal.

“Saat ini jajaran Laskar Agung Macan Ali Nusantara Kesultanan Cirebon sedang melakukan observasi, investigasi, dan pengumpulan bahan dan keterangan. Setelah itu akan kami analisis dan kami akan bergerak,” pungkas Prabu Diaz, seraya menambahkan bahwa pihaknya siap menerjunkan personel jika eskalasi di lapangan terus memicu keresahan warga. (rif/dbs)

0 Komentar