CIREBON — Alih-alih dimanfaatkan untuk mendongkrak roda perekonomian dan mobilitas warga, infrastruktur jalan yang baru saja selesai diperbanyak mulus justru tercoreng oleh aksi kriminalitas jalanan. Dua kelompok pemuda terlibat aksi tawuran mencekam di ruas Jalan Dompyong–Karangwangun pada Rabu dini hari, (27/8/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Aksi kekerasan massal yang terjadi di tengah waktu istirahat warga tersebut sontak memicu keresahan luas. Berdasarkan penelusuran di lapangan dan rekaman video amatir yang beredar luas di tengah masyarakat, kedua kelompok pemuda tampak saling serang secara membabi-buta dengan membekali diri menggunakan senjata tajam berukuran besar, seperti celurit jumbo dan parang.
Hingga berita ini diturunkan, identitas kelompok maupun asal desa dari para pelaku tawuran masih belum diketahui secara pasti. Motif di balik pecahnya bentrokan berdarah tersebut juga masih gelap, kendati eskalasi ancamannya membahayakan keselamatan jiwa pengguna jalan.
Baca Juga:Mahasiswa Geruduk Kantor Pemerintah Tuntut Pengusutan Tuntas Tragedi Maut Pohon Tumbang Di SukalilaMenakar Daya Saing Rumah Sakit Pelat Merah: DPRD Cirebon Ungkap Resep Jitu Hadapi Gempuran RS Swasta
Salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa takut dan cemas yang mendalam saat insiden mengerikan itu pecah tepat di depan lingkungan tempat tinggal mereka.
“Waktu kejadian sekitar pukul 01.00 dini hari, suasana mendadak gaduh oleh suara benturan dan teriakan kelompok pemuda yang diduga sedang tawuran. Kami di dalam rumah tidak berani keluar sama sekali karena takut menjadi sasaran empuk senjata tajam mereka,” tutur warga tersebut menggambarkan situasi mencekam malam itu.
Ketiadaan aparat keamanan di lokasi saat kejadian berlangsung menjadi sorotan tajam masyarakat. Mengingat bentrokan pecah pada dini hari ketika sebagian besar warga terlelap dan pos pengamanan sepi, para pelaku leluasa menguasai badan jalan tanpa hambatan berarti. Hingga kini, belum ada laporan resmi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang terkait jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka akibat insiden tersebut.
Menyikapi insiden yang meresahkan ini, warga sekitar mendesak jajaran Polsek Gebang dan Polsek Babakan untuk segera mengambil tindakan tegas. Masyarakat berharap aparat penegak hukum tidak tinggal diam dan dapat meningkatkan intensitas patroli malam secara berkala di sepanjang jalur rawan tersebut, guna mengantisipasi agar aksi serupa tidak terulang dan merenggut korban jiwa di kemudian hari. (jay/rif)
