Anomali Desil Ancam Hak Pendidikan Anak Bangsa: Legislator Desak Pembentukan Timsus Evaluasi Data BPS

Anomali Desil ancam pendidikan anak Indonesia
Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Hj. Selly Andriany Gantina
0 Komentar

​”Jangan sampai negara kita memiliki infrastruktur sistem digital yang tampak modern dan canggih, tetapi data yang masuk justru gagal merefleksikan potret riil kondisi masyarakat yang sebenarnya,” tambah Selly.

​Menanggapi krisis data ini, Komisi VIII DPR RI merekomendasikan sejumlah langkah strategis yang harus segera dieksekusi oleh pemerintah, di antaranya:

​1. Pembentukan Timsus Lintas Lembaga: Menggabungkan otoritas terkait untuk melakukan audit total terhadap metodologi dan validitas data desil BPS.

Baca Juga:Soroti Maraknya Aksi "Mata Elang" di Cirebon, Laskar Macan Ali Nyatakan Siap Turun TanganPolisi Tegaskan Penundaan Transaksi Rekening Donasi Demo 27 Agustus, Panggil Mas Botok dan OJK

​2. Optimalisasi Ruang Sanggah (Feedback Mechanism): Mendorong perbaikan kanal digital pengaduan masyarakat yang cepat, gratis, sederhana, dan responsif, sehingga warga tidak perlu melalui birokrasi berbelit-belit hingga berbulan-bulan untuk meralat status ekonomi mereka.

3. ​Sinergi Konkret Antar-Kementerian: Memperkuat koordinasi secara simultan antara Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, dan BPS tanpa sikap saling menunggu dalam memperbarui siklus data.

​”Data mutlak harus difungsikan sebagai instrumen strategis untuk menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, dan bukan sebaliknya—dijadikan alasan birokratis untuk memangkas hak mereka. Negara tidak boleh terlambat; jangan sampai kita baru sibuk memperbaiki data setelah kesempatan emas masa depan anak-anak bangsa terlanjur musnah,” pungkas Selly. (rif/dbs)

0 Komentar