CIREBON – Sektor investasi di Kabupaten Cirebon mencatatkan prestasi gemilang di pertengahan tahun 2026. Realisasi investasi daerah ini dilaporkan telah menembus angka Rp4 triliun, sebuah pencapaian impresif yang berhasil melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan persentase mencapai 119 persen.
Lonjakan angka investasi ini menjadi bukti nyata semakin bergairahnya iklim usaha di Kabupaten Cirebon. Kepercayaan investor yang terus meningkat dinilai tidak lepas dari kemudahan akses perizinan dan sistem integrasi tata ruang yang semakin transparan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon, H. Hilmy Rivai, menyebutkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras semua pihak dalam menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif. Menurutnya, integrasi antara Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dengan sistem Online Single Submission (OSS) menjadi kunci utama percepatan proses perizinan yang selama ini kerap menjadi kendala bagi para investor.
Baca Juga:Tanggapi Pidato Kenegaraan, DPRD Kabupaten Cirebon Fokuskan Sektor Pangan dan InvestasiGempa M7,7 Guncang NTT, Satu Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
“Capaian 119 persen dari target ini membuktikan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki daya tarik yang kuat. Kita tidak hanya menawarkan lokasi strategis di jalur utama ekonomi Jawa Barat-Jawa Tengah, tetapi juga memberikan kepastian hukum dan kemudahan bagi siapa pun yang ingin menanamkan modalnya,” ujar Hilmy.
Berdasarkan laporan DPMPTSP Kabupaten Cirebon, realisasi investasi pada triwulan II 2026 mencapai Rp1.781.621.048.439. Sementara pada triwulan sebelumnya (Triwulan I), realisasi investasi tercatat sebesar Rp1.449.196.668.175. Dengan demikian, total realisasi investasi Kabupaten Cirebon sepanjang Triwulan I dan Triwulan II tahun 2026 mencapai Rp3.230.817.716.614. Capaian tersebut telah mencapai 76,02 persen dari target realisasi investasi Provinsi Jawa Barat tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp4,25 triliun.
Data DPMPTSP menunjukkan bahwa dominasi investasi masih disokong oleh sektor perdagangan dan jasa yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Selain itu, masifnya pembangunan infrastruktur pendukung di sekitar kawasan strategis juga menjadi magnet bagi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) untuk masuk ke Kabupaten Cirebon.
Lebih lanjut, Hilmy optimistis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026.
“Capaian investasi tahun 2025 menunjukkan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki daya tarik bagi para investor, kami optimis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini,” ucap Hilmy, Jumat (14/8/2026).
