Gempa M7,7 Guncang NTT, Satu Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Gempa (M) 7,7 guncang NTT
Guncangan dahsyat (M) 7,7 menimpa wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi (15/8/2026) pukul 04.58 WIB.
0 Komentar

JAKARTA – Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Guncangan kuat yang berpusat di sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo tersebut sempat memicu kekhawatiran luas setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah NTT, NTB, hingga Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

​Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Flores (Flores Back Arc Thrust). Menurutnya, mekanisme sesar ini memang memiliki potensi kekuatan gempa yang signifikan.

​”Ini adalah mekanisme gempa yang diakibatkan oleh sesar naik busur belakang Flores. Dari sejarah yang ada, di tahun 1992 pernah terjadi gempa dengan magnitudo 7,5 yang menyebabkan kerusakan parah. Sudah lebih dari 30 tahun berlalu, dan hari ini terjadi kembali dengan magnitudo 7,7,” ujar Wijayanto dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Baca Juga:Bareskrim Bongkar Judi Online Ujangbet, Transaksi Pulsa Capai Rp890 MiliarBupati Imron Bedah Pidato Presiden: Tiga Pilar Penting Menuju Indonesia Emas

​Meski peringatan dini tsunami telah resmi berakhir pada pukul 07.30 WIB, dampak fisik dari guncangan ini cukup terasa di berbagai daerah. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi adanya laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

​”Sejauh ini, dilaporkan satu orang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka-luka,” ungkap Berton.

​Terkait kerusakan infrastruktur, Direktur Seismologi Teknik, Geofisika, Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, memaparkan bahwa guncangan gempa telah menyebabkan kerusakan dengan skala intensitas bervariasi. Kerusakan cukup parah terpantau pada ruang tunggu Pelabuhan Lorens Say di Maumere, Kabupaten Sikka. Selain itu, kerusakan bangunan juga dilaporkan terjadi di Manggarai Barat, Labuan Bajo, termasuk kerusakan pada Hotel Jayakarta Bajo.

​”Laporan sementara menunjukkan adanya kerusakan sedang hingga berat dengan skala IV-V MMI, seperti tembok rumah warga yang roboh di Maumere dan kerusakan di beberapa fasilitas publik,” jelas Teguh.

​Menanggapi situasi pascagempa, pihak BNPB mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada, mengingat adanya potensi gempa susulan. Masyarakat diminta untuk tidak memasuki gedung-gedung yang retak atau mengalami kerusakan struktural demi mencegah risiko yang tidak diinginkan.

0 Komentar