Gempa M7,7 Guncang Flores NTT: Apa Itu Flores Back Arc Thrust dan Penyebabnya?

Gempa NTT
Gempa M7,7 Guncang Flores NTT
0 Komentar

Setiap pergerakan pada struktur sesar maupun zona subduksi dapat memicu gempa bumi. Pergerakan sesar naik juga dapat menggeser dasar laut, sehingga berpotensi memicu tsunami—ancaman yang selalu menyertai gempa besar di kawasan pesisir.

Analisis BMKG: Episenter dan Kedalaman

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis pemutakhiran parameter, episenter gempa berada di laut pada koordinat 8,41°LS dan 121,39°BT—sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo.

Kedalaman gempa yang hanya 10 kilometer menjadikannya gempa dangkal, yang getarannya lebih terasa dan berpotensi merusak dibandingkan gempa dalam.Langkah BMKG dan Imbauan untuk Masyarakat

Pasca-gempa, BMKG terus memonitor aktivitas susulan dan mengimbau masyarakat untuk:

Baca Juga:Investasi Kabupaten Cirebon Tembus Rp4 Triliun, Lampaui Target JabarTanggapi Pidato Kenegaraan, DPRD Kabupaten Cirebon Fokuskan Sektor Pangan dan Investasi

  • Tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas.
  • Menghindari bangunan retak atau rusak untuk mencegah risiko runtuhan susulan.
  • Memastikan informasi resmi hanya dari BMKG dan BNPB untuk menghindari hoaks.
  • Warga pesisir diminta waspada terhadap potensi tsunami meskipun peringatan dini telah dicabut.

Ancaman Nyata di Kawasan Timur Indonesia

Gempa M7,7 yang mengguncang Flores adalah pengingat bahwa Indonesia—khususnya kawasan NTT—berada di atas “panggung” tektonik yang sangat dinamis. Flores Back Arc Thrust adalah salah satu “aktor utama” di balik gempa besar di wilayah ini.

Dengan potensi gempa hingga M7,8, kesiapsiagaan masyarakat, infrastruktur tahan gempa, dan sistem peringatan dini yang andal menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko bencana di masa depan. (red)

0 Komentar