Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, Pemkab Cirebon Perkuat Operasional KDKMP dan UMKM Lewat 268 Armada

Pemkab Cirebon perkuat KDKMP dan UMKM
Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag. hadir dalam peringatan Hari Koperasi ke-79 dan Hari UMKM tingkat Kabupaten Cirebon di Stadion Watubelah, Sumber, Minggu (9/8).
0 Komentar

CIREBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melakukan langkah strategis dalam mempercepat roda perekonomian berbasis perdesaan melalui penguatan armada logistik operasional. Sebanyak 268 unit kendaraan operasional disiapkan untuk menunjang aktivitas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon.

​Peluncuran armada dan peresmian kelembagaan koperasi tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi ke-79 dan Hari UMKM tingkat Kabupaten Cirebon di Stadion Watubelah, Sumber, Minggu (9/8/2026).

​Dukungan operasional ini difokuskan untuk memangkas hambatan distribusi serta memperkuat daya saing produk lokal desa menuju rantai pasok pasar yang lebih luas.

Baca Juga:IPM Jabar 2025 Capai 75,90 Poin, Seluruh Komponen Pembentuk Mengalami PerbaikanPemprov Jabar Kawal Pelaksanaan Program 3 Juta Rumah Agar Sejahterakan Rakyat

​Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag., mengungkapkan bahwa penguatan armada logistik ini terdiri dari beragam jenis kendaraan operasional yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Adapun rincian 268 unit armada tersebut mencakup 103 unit mobil truk, 67 unit mobil double cabin yang telah diterima, serta 98 unit kendaraan roda tiga.

​”Kami berharap pengurus koperasi dapat memanfaatkan kendaraan operasional ini secara optimal demi kepentingan pengembangan usaha. Keberadaan armada ini harus menjadi dorongan nyata agar KDKMP tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga benar-benar menggerakkan roda aktivitas ekonomi di tengah masyarakat,” ujar Bupati Imron.

​Bupati menegaskan, penguatan sarana dan prasarana logistik ini ditargetkan mampu mempercepat perputaran arus barang dan jasa di tingkat tapak. Dengan terhubungnya konektivitas antar-desa, KDKMP diharapkan dapat berdiri sebagai simpul utama pertumbuhan ekonomi daerah. “Mudah-mudahan koperasi kita semakin maju, sehingga ekonomi Kabupaten Cirebon secara keseluruhan ikut terakselerasi,” tambahnya.

​Dari sudut pandang kelembagaan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon, Dr. Alex Suheriyawan, S.H., M.Pd.I., menekankan bahwa pembangunan KDKMP difokuskan pada keberlanjutan bisnis dan efektivitas peran koperasi sebagai konsolidator potensi lokal.

​Saat ini, sebanyak 116 KDKMP dilaporkan telah rampung dibentuk dan siap beroperasi penuh, sementara 288 koperasi lainnya masih dalam tahap pembangunan. Nantinya, jaringan KDKMP ini ditargetkan mampu menjangkau hampir seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Cirebon.

​”Pengembangan KDKMP tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. Setiap unit koperasi wajib memiliki model bisnis yang jelas dan mampu mengonsolidasi potensi ekonomi warga. Jaringan yang masif ini menjadi peluang besar untuk membangun rantai pasok yang solid dari tingkat desa, di mana koperasi berperan langsung menjembatani hasil produksi masyarakat dengan kebutuhan pasar,” terang Alex.

0 Komentar