Wagub Erwan Ajak Investor Selangor Perkuat Kolaborasi Investasi di Jawa Barat

Wagub Jabar
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menghadiri Selangor International Business Summit (SIBS) 2026 di Hotel Pullman, Kota Bandung, Kamis (9/7/2026).
0 Komentar

KOTA BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan investasi yang berkelanjutan dan inklusif melalui penguatan iklim usaha, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan saat menghadiri Selangor International Business Summit (SIBS) 2026 di Hotel Pullman, Kota Bandung, Kamis (9/7/2026).

“Pemerintah Provinsi Jabar berkomitmen mendukung dan mendorong pertumbuhan investasi berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya dalam sambutan.

Baca Juga:Terbukti Korupsi Proyek Gedung Setda, Mantan Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis Divonis 9 Tahun PenjaraProyek Perbaikan Alun-Alun Pataraksa Senilai Rp475 Juta Disorot, DPRD: Jangan Ulangi Kegagalan Lama!

Erwan mengatakan komitmen tersebut sejalan dengan visi Jabar Istimewa, yakni mewujudkan Jawa Barat yang maju, sejahtera, dan berdaya saing melalui lima strategi utama.

Strategi pertama, kata Erwan, adalah memperkuat stabilitas iklim investasi melalui kepastian hukum dan keamanan. Seluruh regulasi investasi dipastikan berjalan secara transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Strategi kedua adalah memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar terintegrasi dalam rantai pasok industri melalui kolaborasi antara industri besar dan masyarakat di sekitar kawasan industri sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung.

Selanjutnya, Pemprov Jabar mempercepat pembangunan infrastruktur strategis untuk mendukung kawasan industri.

“Mempercepat pembangunan infrastruktur strategis untuk mendukung kawasan industri dengan memprioritaskan pembangunan dan perbaikan infrastruktur serta mendorong penempatan atau pusat perusahaan di wilayah Jabar,” katanya.

Pada aspek ketenagakerjaan, Erwan menegaskan pemerintah terus menyiapkan tenaga kerja yang kompeten melalui sinergi dunia pendidikan dan dunia usaha. Selain itu, tata kelola ketenagakerjaan juga diperkuat dengan menghapus praktik percaloan melalui pemanfaatan platform digital Nyari Gawe.

Strategi kelima difokuskan pada peningkatan insentif dan fasilitasi investasi melalui pelayanan yang cepat, efisien, dan responsif, disertai penguatan kemitraan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Baca Juga:MUI Kabupaten Bekasi Terbitkan Imbauan Perda Pariwisata, Tekankan Perlindungan Masyarakat dan Nilai KeagamaanCuaca Ekstrem Mengancam, BPBD Minta Warga Cirebon Waspada Terjangan Angin Kencang

“Upaya ini dilakukan untuk memperluas akses pasar dengan tenaga kerja,” ujarnya.

Erwan menilai penyelenggaraan SIBS 2026 di Bandung menjadi momentum penting untuk memperluas kerja sama ekonomi antara Jawa Barat dan Selangor.

“Kehadiran SIBS 2026 di Bandung merupakan momentum emas. Saya mengajak para delegasi, pelaku usaha, dan investor dari Selangor maupun negara sahabat lainnya untuk mengeksplorasi berbagai peluang kerja sama yang saling menguntungkan serta membangun kolaborasi yang lebih erat,” katanya.

0 Komentar