Di Balik Polemik Saham RS Permata Cirebon, Manajemen Tegaskan Patuh Putusan Pengadilan

Rs permata
RUPS Tahunan PT RSB yang menaungi RS Permata Cirebon.
0 Komentar

“Sebanyak 91,16 persen pemegang saham berharap persoalan ini segera selesai. Berbagai audit dan proses hukum telah dilakukan, sehingga kami ingin perusahaan kembali berkonsentrasi pada pengembangan pelayanan kesehatan,” katanya.

Manajemen juga memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan RUPST telah dilakukan sesuai mekanisme, mulai dari penyampaian undangan, registrasi peserta, verifikasi kehadiran hingga jalannya rapat.Menurutnya, seluruh pemegang saham yang hadir tetap memperoleh kesempatan mengikuti jalannya rapat sesuai hak dan kewenangan yang dimiliki berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Menanggapi somasi final yang dilayangkan oleh 18 pemegang saham minoritas, dr. Budi menegaskan pihaknya menghormati langkah hukum tersebut sebagai hak setiap pihak.

Baca Juga:Damai dengan Jokowi Ditolak Mentah-mentah, dr Tifa Pilih Lawan di PengadilanKasus Korupsi MBG, Kejagung Tetapkan Brigjen Polisi Aktif LMI Sebagai Tersangka Ketujuh

Meski demikian, ia berharap penyelesaian sengketa dapat dilakukan melalui mekanisme hukum dan forum internal perusahaan, sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap reputasi rumah sakit di mata masyarakat.

“Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara baik tanpa terus berkembang menjadi konsumsi publik. Fokus kami tetap memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga meyakini setiap lembaga negara yang menerima laporan akan menilai perkara tersebut secara objektif berdasarkan fakta hukum yang tersedia.Di tengah dinamika yang masih berlangsung, manajemen memastikan operasional RS Permata Cirebon tetap berjalan normal. Pelayanan kepada pasien, aktivitas tenaga kesehatan, maupun layanan rumah sakit lainnya disebut tidak terdampak oleh sengketa saham yang sedang bergulir.

“Kami berkomitmen menjaga pelayanan kesehatan tetap optimal. Kepentingan pasien, operasional rumah sakit, serta kesejahteraan tenaga kesehatan akan selalu menjadi prioritas kami,” tutup dr. Budi. (rls)

0 Komentar