Dinas PUTR Kabupaten Cirebon Jamin Mutu Puluhan Proyek Jalan dan Jembatan di Tahun 2026

Perbaikan jalan kab. Cirebon 2026
Foto ilustrasi
0 Komentar

​Selain itu, jalur padat lain yang masuk dalam daftar perawatan intensif adalah Ruas Jalan Kedungdawa – Gesik di Kecamatan Kedawung sepanjang 1.149 meter, jalur Trusmi – Kalibaru di Kecamatan Plered sepanjang 962 meter, serta jalur Babakan – Sumber Lor sepanjang 619 meter. Pemeliharaan rutin ini diproyeksikan mampu memperpanjang usia pakai jalan secara signifikan sehingga mengurangi risiko kecelakaan akibat jalan rusak.

​Penguatan Jembatan dan Fasilitas Pejalan Kaki

Melengkapi pembenahan jalur darat, dua proyek peningkatan jembatan krusial juga turut dieksekusi. Dinas PUTR melakukan Peningkatan Jembatan pada Ruas Jalan Tegalkarang – Sende di Kecamatan Palimanan dengan bentang 12 meter oleh CV. Rahayu Jaya, serta Peningkatan Jembatan pada Ruas Jalan Weru – Sarabau di Kecamatan Plered sepanjang 6 meter oleh CV. Zhafira Wijaya. Guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pejalan kaki, proyek Pembuatan Trotoar pada Ruas Jalan Sarajaya – Pande di Kecamatan Lemahabang sepanjang 296 meter turut dikebut oleh CV. Kasih Widodo Mandiri.

​Guna memastikan transparansi dan akuntabilitas spesifikasi aspal maupun beton yang digunakan, Dinas PUTR membagi tugas pengujian mutu kepada para teknisi laboratorium andalan, di antaranya Wawan Dirnawan, Achmad Gunawan, Sumana, dan Danu Pramuji, ST. Mereka berkolaborasi langsung dengan para pengawas lapangan senior seperti Dedi Kurnia, Christopo Sudirman P, Karta Adhinata, hingga Rudy Permana guna memastikan seluruh rekanan kontraktor bekerja sesuai dengan Detail Engineering Design (DED) yang telah disepakati.

Baca Juga:Menjawab Keresahan Warga Cirebon Timur atas Kepastian Perbaikan JalanTiga Gempa Besar Mengguncang Dunia dalam Sehari, Ahli Ingatkan Indonesia Perkuat Kesiapsiagaan

​Melalui realisasi belanja infrastruktur yang masif dan pengawasan mutu yang ketat ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon optimistis bahwa pemerataan pembangunan fasilitas publik dapat dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat, sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif sepanjang tahun 2026 ini. (rif/nrm)

0 Komentar