Meski perpisahan ini menyisakan duka, Robi menyadari bahwa langkah ini perlu diambil untuk memaksimalkan potensi dan kemampuan yang ia miliki. Ia berharap doa dan dukungan dari seluruh pihak tetap menyertainya dalam petualangan baru di dunia sepak bola.
“Perpisahan ini sangat berat, karena saya tidak sekadar meninggalkan klub, melainkan meninggalkan sebagian dari jiwa dan hidup saya sendiri,” tutup Robi dengan nada haru. (red)
