Akselerasi Infrastruktur, DPUTR Kabupaten Cirebon Siap Bedah 91 Titik Jalan Mulai Akhir Juni

Perbaikan jalan di kabupaten Cirebon
DPUTR Kabupaten Cirebon juga bergerak cepat dengan menyiapkan tahapan berikutnya, yakni lelang tahap ketiga yang dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus mendatang.
0 Komentar

CIREBON — Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon terus memacu roda peningkatan infrastruktur jalan di wilayahnya. Pada tahun anggaran 2026 ini, pemerintah daerah segera mengeksekusi proyek perbaikan jalan besar-besaran melalui lelang tahap kedua yang mencakup 91 titik pekerjaan yang tersebar di berbagai wilayah strategis Kabupaten Cirebon. Langkah taktis ini diambil guna mendongkrak kualitas aksesibilitas sekaligus memperlancar urat nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUTR Kabupaten Cirebon, Rezza Fauzi, mengungkapkan bahwa proses penandatanganan kontrak untuk 91 paket tender yang difasilitasi melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) tersebut ditargetkan rampung pada pekan ini. Jika seluruh tahapan administrasi berjalan mulus, mobilisasi pekerja dan pengerjaan fisik di lapangan dipastikan dapat langsung tancap gas pada akhir Juni atau paling lambat awal Juli 2026.

“Insya Allah minggu ini seluruh proses berkontrak untuk 91 paket tender selesai. Fokus kami adalah meningkatkan kualitas jalan melalui spesifikasi betonisasi dan hotmix. Ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjalankan arahan Bupati untuk memperbaiki akses dan mobilitas masyarakat,” ujar Rezza saat dikonfirmasi, Senin (22/6/2026).

Baca Juga:Jadi Tersangka Korupsi Rp18 Miliar, Wabup Indramayu Diperiksa Kejati JabarTingkatkan Profesionalisme Pers, Diskominfo dan PWI Jabar Gelar UKW Gratis di Bandung dan Majalengka

Rezza menjelaskan, metode perbaikan menggunakan betonisasi dan hotmix dipilih secara selektif dengan menyesuaikan tingkat kerusakan serta fungsi dari masing-masing ruas jalan. Berdasarkan target yang telah dicanangkan, pelaksanaan proyek tahap kedua ini diproyeksikan selesai sepenuhnya pada Oktober 2026 mendatang.

Tidak berhenti di situ, DPUTR Kabupaten Cirebon juga bergerak cepat dengan menyiapkan tahapan berikutnya, yakni lelang tahap ketiga yang dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus mendatang. Skema estafet ini sengaja diterapkan agar sisa waktu di penghujung tahun dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas pekerjaan fisik di lapangan.

“Setelah seluruh tahapan lelang selesai, fokus utama kami adalah memastikan pekerjaan berjalan dengan baik dan hasilnya benar-benar berkualitas serta sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan,” tegas Rezza.

Selain 91 paket yang dilelang lewat mekanisme tender LPSE, DPUTR juga telah menyiapkan 23 paket pekerjaan tambahan yang dieksekusi melalui mekanisme pengadaan langsung (dasung). Seluruh paket kerja tersebut akan disebar secara merata, mulai dari kawasan barat hingga ujung timur Kabupaten Cirebon.

0 Komentar