Investasi Mengalir Deras, Jabar Optimistis Serapan Tenaga Kerja Baru Mampu Redam Dampak PHK

Investasi di Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa sejumlah kawasan industri di Jawa Barat kini sudah mulai membuka rekrutmen berskala besar. Langkah ini dipicu oleh mulai beroperasinya sejumlah pabrik baru serta realisasi investasi yang terus bergerak positif.
0 Komentar

Berdasarkan evaluasi di lapangan, banyak pencari kerja lokal yang justru gugur pada tahap awal seleksi administrasi atau tes kemampuan dasar. KDM menyoroti hal ini sebagai persoalan konektivitas antara dunia pendidikan dan kebutuhan riil industri.

“Sebenarnya daya saing SDM kita cukup kompetitif. Hanya saja, urusan serapan kerja ini berkaitan erat dengan kesiapan calon pekerja dalam mengikuti sistem seleksi yang ada. Menariknya, kadang ada pelamar yang gagal hanya karena kurang menguasai kemampuan dasar, seperti matematika sederhana. Mereka lupa saat tes, akibatnya tidak lulus. Untuk mengantisipasi hal ini, pemerintah akan mendorong program kursus dan pelatihan intensif,” jelasnya.

Sinergi Menekan Angka Pengangguran

Menyikapi fenomena tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus mendorong program pendidikan vokasi serta pelatihan keterampilan (upskilling). Langkah ini diambil guna memastikan tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang selaras dengan dinamisnya perkembangan dunia usaha dan industri (DUDI).

Baca Juga:Pastikan Kelompok Rentan Miliki Identitas, Kecamatan Gebang Cirebon Gencarkan Perekaman e-KTP Jemput BolaRapor Merah APBD 2025: DPRD Kabupaten Cirebon Cecar Pemkab Soal SILPA, Jalan Rusak, hingga Sampah

Pemerintah meyakini bahwa kombinasi strategis antara masuknya investasi baru, ekspansi kawasan industri, dan penguatan kualitas SDM berbasis kompetensi akan menjadi kunci utama. Sinergi ini diharapkan tidak hanya mampu menekan angka pengangguran dan dampak PHK, tetapi juga mengukuhkan posisi Jawa Barat sebagai motor penggerak industri nasional.(adv)

0 Komentar