Dua Minggu Ditempa Marinir Cilandak, 150 Siswa SMA Jabar Alami Perubahan Karakter Signifikan

Program pendidikan karakter dan disiplin pelajar jabar di Mako korps TNI AL Cilandak
Selama 14 hari penuh, para pelajar ini ditempa melalui latihan kedisiplinan ketat yang terbukti berhasil mengubah karakter, mentalitas, hingga cara pandang mereka secara signifikan.
0 Komentar

JAKARTA — Sebanyak 150 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) asal Jawa Barat sukses menyelesaikan Program Pendidikan Karakter Pancawaluya yang digelar di Markas Komando (Mako) Korps Marinir TNI Angkatan Laut, Cilandak, Jakarta Selatan. Selama 14 hari penuh, para pelajar ini ditempa melalui latihan kedisiplinan ketat yang terbukti berhasil mengubah karakter, mentalitas, hingga cara pandang mereka secara signifikan.

Meskipun dua minggu terhitung sebagai waktu yang singkat, intensitas kedisiplinan dan nilai-nilai yang ditanamkan para instruktur Korps Marinir mampu memberikan dampak mendalam bagi seluruh peserta. Program ini dirancang bukan sekadar untuk melatih fisik, melainkan untuk mencetak generasi muda yang tangguh, bertanggung jawab, dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.

Menanamkan Jiwa Korsa dan Kebersamaan

Salah satu peserta, Keyra Alfia, siswi asal SMAN 5 Bandung, mengungkapkan bahwa program ini telah mengubah cara pandangnya mengenai esensi kedisiplinan dan kebersamaan. Selama berada di kesatriaan petarung Marinir tersebut, ia dan rekan-rekannya diajarkan untuk menanggalkan ego pribadi demi kepentingan kelompok.

Baca Juga:John Herdman Ungkap Alasan di Balik Absennya Eliano Reijnders dan Jordi Amat dari Skuad Timnas IndonesiaPemkab Cirebon Perketat Iklan Rokok, Larang Pemasangan Radius 500 Meter dari Sekolah

“Di sini kami benar-benar diajarkan arti dari satu rasa dan satu komando. Ikatan kebersamaan kami sangat diuji; jika ada satu orang yang berbuat salah atau lalai, maka seluruh anggota kelompok ikut bertanggung jawab. Ini mengajarkan kami arti loyalitas dan empati,” ujar Keyra saat ditemui usai penutupan program.

Perubahan positif pada diri Keyra pun langsung dirasakan oleh sang ibu. Meski awalnya sempat didera rasa cemas dan rindu yang mendalam selama dua pekan berpisah, sang ibu kini mengaku sangat bangga. Ia melihat putrinya pulang membawa perubahan karakter yang luar biasa, menjadi pribadi yang jauh lebih disiplin serta memiliki kematangan spiritual yang lebih baik.

Memicu Cita-Cita Baru Menjadi Prajurit

Dampak serupa juga dialami oleh Aditya Vendando Pradita, siswa SMAN 20 Bandung. Bagi Aditya, Pendidikan Karakter Pancawaluya ini menjadi titik balik dalam mendongkrak rasa percaya diri dan kemampuan komunikasinya di depan publik.

“Program ini benar-benar membentuk mental dan melatih public speaking saya. Saya merasa jauh lebih percaya diri sekarang. Pengalaman ditempa oleh para pelatih di Mako Marinir ini bahkan memicu cita-cita baru dalam hidup saya. Saya bertekad untuk menjadi seorang prajurit TNI dan membanggakan kedua orang tua saya,” tegas Aditya penuh optimisme.

0 Komentar