BGN akan Beri MBG Siswa Indonesia di Jeddah, Targetkan Percontohan Pertama di Luar Negeri Usai Dapat Restu Pre

Kepala Badan Gizi Nasional Jajaki Pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Anak Sekolah Indonesia di Jeddah
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana jajaki pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah Indonesia di Jeddah
0 Komentar

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, tengah menjajaki kemungkinan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Indonesia Jeddah yang berada di Arab Saudi. Menurutnya, wacana ini berawal dari keinginan para pelajar di sekolah tersebut untuk merasakan manfaat program serupa yang telah berjalan di tanah air.

“Dengan persetujuan dari Bapak Presiden, lokasi ini nantinya dapat menjadi proyek percontohan pertama bagi pelaksanaan MBG di luar negeri,” ujar Dadan saat ditemui di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada Minggu (31/5/2026) malam.

Pada hari yang sama waktu setempat, Dadan melakukan kunjungan langsung ke Sekolah Indonesia Jeddah, sebuah lembaga pendidikan yang menampung anak-anak dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tinggal di wilayah Jeddah. Ia mengungkapkan bahwa inisiatif ini berangkat dari permintaan spontan para siswa yang mengikuti perkembangan program MBG di Indonesia melalui berbagai informasi.

Baca Juga:Resmi! Ini Dia 23 Nama Pilihan John Herdman untuk Timnas Indonesia dalam Laga FIFA Matchday Juni Kontra Oman dUsai Dilaporkan ke Polresta Cirebon, Muncul Informasi MSR Ditetapkan sebagai Tersangka

“Mereka cukup well-informed tentang MBG yang sedang berlangsung di Indonesia. Anak-anak di sini secara langsung menyatakan keinginan untuk menikmati program yang juga dirasakan oleh teman-teman mereka di tanah air,” jelas Dadan. Sebagai Warga Negara Indonesia, tegasnya, hak mereka sama dengan anak-anak di dalam negeri.

Sekolah Indonesia Jeddah tercatat memiliki sekitar 1.080 siswa dari kalangan anak pekerja migran. Selain itu, terdapat pula Sekolah Indonesia di Makkah dengan jumlah peserta didik sekitar 400 orang.

“Meskipun hari itu sedang libur, antusiasme mereka sangat tinggi. Sekitar 100 anak beserta 56 guru hadir menyambut kedatangan saya,” imbuh Dadan.

Hasil penjajakan awal ini akan segera dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Apabila mendapat lampu hijau, maka sekolah di Jeddah akan menjadi institusi pendidikan Indonesia pertama di luar negeri yang menerima program MBG.

“Kami datang untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Selanjutnya akan kami laporkan kepada Presiden, apakah dimungkinkan untuk membentuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sekolah Indonesia Jeddah,” ujarnya.

Dadan menambahkan bahwa prosedur pembentukan program MBG di luar negeri pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia. Perbedaan utamanya terletak pada perlunya koordinasi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

0 Komentar