9 Tahun Terkepung Rob Hingga Tambak Hancur, Warga Ambulu Geruduk Kantor Bupati Cirebon

Demo warga desa Ambulu ke kantor bupati Cirebon
Perwakilan warga Desa Ambulu, Sanuri, mengungkapkan bahwa hantaman banjir rob yang berkepanjangan telah melumpuhkan urat nadi perekonomian masyarakat setempat, Senin (25/5/2026).
0 Komentar

CIREBON — Puluhan warga Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Cirebon pada Senin (25/5/2026). Massa mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi bencana banjir rob yang telah menyengsarakan kawasan pesisir tersebut selama hampir satu dekade.

Dalam aksi merespons krisis lingkungan ini, warga membawa enam tuntutan utama yang dinilai krusial untuk menyelamatkan desa mereka. Tuntutan tersebut meliputi percepatan pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall), penetapan status tanggap darurat dan mitigasi bencana, normalisasi saluran irigasi pesisir, kebijakan pembebasan atau alih fungsi lahan, rehabilitasi irigasi di lingkungan permukiman, hingga dispensasi berupa pembebasan pajak bagi tambak-tambak yang telantar akibat terendam air laut.

Perwakilan warga Desa Ambulu, Sanuri, mengungkapkan bahwa hantaman banjir rob yang berkepanjangan telah melumpuhkan urat nadi perekonomian masyarakat setempat. Mayoritas warga yang menggantungkan hidup sebagai petani tambak dan nelayan kini harus kehilangan mata pencaharian mereka akibat kerusakan alam yang masif.

Baca Juga:Jelang Musim Giling 2026, PG Tersana Baru Gelar Tradisi Selamatan di Tengah Bayang-Bayang Penurunan ProduksiMenakar Peluang DOB Cirebon Timur: FCTM Perkuat Konsolidasi Lintaselemen dan Targetkan Pengesahan Akhir 2026

“Setiap hari masyarakat kehilangan penghasilan karena tambak-tambak mereka hancur total. Jika pemerintah terus mengulur waktu tanpa ada penanganan nyata, kondisi ekonomi masyarakat di pesisir akan semakin terpuruk ke jurang kemiskinan,” ujar Sanuri di sela-sela aksi.

Sanuri membeberkan bahwa bencana rob di wilayahnya sebenarnya telah berlangsung selama sembilan tahun terakhir. Namun, situasi di tahun 2026 ini dinilai sebagai yang terparah karena intensitas genangan air laut melonjak drastis dan merendam pemukiman jauh lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Jika pada tahun-tahun lalu banjir rob hanya datang beberapa kali dalam sebulan, sekarang kondisinya sangat memprihatinkan. Dalam sebulan, air laut bisa merendam wilayah kami hingga hampir 20 hari,” tambahnya dengan nada getir.

Massa menuntut adanya pembangunan tanggul penahan ombak yang permanen di sepanjang garis pantai sebagai solusi jangka panjang. Sanuri juga menyayangkan lambatnya respons birokrasi, mengingat warga sebelumnya telah berulang kali melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Cirebon dan instansi terkait, namun hingga kini belum ada tindakan maksimal di lapangan.

Respons Pemerintah Jangka Pendek dan Proyek Pusat

0 Komentar