9 Tahun Terkepung Rob Hingga Tambak Hancur, Warga Ambulu Geruduk Kantor Bupati Cirebon

Demo warga desa Ambulu ke kantor bupati Cirebon
Perwakilan warga Desa Ambulu, Sanuri, mengungkapkan bahwa hantaman banjir rob yang berkepanjangan telah melumpuhkan urat nadi perekonomian masyarakat setempat, Senin (25/5/2026).
0 Komentar

Menanggapi tuntutan massa, Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk segera meninjau langsung lokasi terdampak di Desa Ambulu guna merumuskan penanganan darurat. Menurut Agus, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon sejak tahun 2025 telah aktif berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengatasi masalah rob di jalur Pantura.

“Pemerintah daerah tidak tinggal diam. Kami sudah berkoordinasi secara intensif dengan BNPB dan badan otoritas bentukan pemerintah pusat terkait skema penanganan banjir rob ini, termasuk rencana realisasi proyek strategis nasional pembangunan Giant Sea Wall,” jelas Agus di hadapan perwakilan warga.

Berdasarkan data sektoral sementara, skala kerusakan di Desa Ambulu memang tergolong masif. Dari total luas wilayah desa yang mencapai 1.200 hektare, sekitar 750 hektare atau lebih dari separuh wilayahnya kini dilaporkan telah terendam dan terdampak langsung oleh banjir rob.

Baca Juga:Jelang Musim Giling 2026, PG Tersana Baru Gelar Tradisi Selamatan di Tengah Bayang-Bayang Penurunan ProduksiMenakar Peluang DOB Cirebon Timur: FCTM Perkuat Konsolidasi Lintaselemen dan Targetkan Pengesahan Akhir 2026

Terkait tuntutan keringanan finansial warga, Agus berjanji akan segera melakukan pemetaan lahan bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk mengkaji peluang pemberian insentif fiskal.

“Kami akan segera melaporkan kondisi objektif ini kepada Pak Bupati agar dikeluarkan kebijakan khusus, minimal berupa relaksasi atau pembebasan pajak bagi lahan tambak warga yang sudah tidak lagi produktif akibat terdampak rob,” tegasnya.

Sebagai langkah taktis jangka pendek sembari menunggu proyek pusat berjalan, Pemkab Cirebon dalam waktu dekat akan membangun tanggul darurat. Penanganan ini bakal memaksimalkan penggunaan alat berat serta pemasangan ribuan karung pasir (sandbag) yang disalurkan melalui bantuan logistik BNPB.

Kendati demikian, menyangkut nasib ruang hidup warga ke depan, Agus menegaskan bahwa hingga saat ini Pemkab Cirebon belum mengagendakan ataupun membahas opsi relokasi bagi penduduk yang terdampak banjir rob di Desa Ambulu. (rif/dbs)

0 Komentar