BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memberikan lampu hijau sekaligus dukungan penuh terhadap rencana ambisius transformasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, menjadi pusat pemeliharaan, perbaikan, dan pemeriksaan (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO) pesawat Hercules untuk kawasan Asia. Langkah strategis ini dinilai sejalan dengan visi jangka panjang optimalisasi bandara terbesar di Jawa Barat tersebut.
Kepala Biro Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Investasi (BIA) Setda Jawa Barat, Deny Hermawan, menegaskan bahwa Pemprov Jabar mendukung total optimalisasi pemanfaatan Bandara Kertajati. Menurutnya, pengembangan fasilitas MRO militer ini sudah sangat selaras dengan dokumen perencanaan perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Pemprov Jabar mendukung penuh optimalisasi pemanfaatan Bandara Kertajati untuk fasilitas MRO ini. Langkah ini sangat sejalan dengan dokumen perencanaan perusahaan yang sudah ditetapkan sejak awal,” ujar Deny Hermawan saat memberikan keterangan di Bandung, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga:Tingkatkan Kualitas Hidup Warga, RSUD Waled Sukses Jaring Puluhan Akseptor dalam Safari KBPenguatan Digital Branding Antar bank bjb Raih Prestasi Ajang Infobank–Isentia Digital Brand Appreciation 2026
Kesiapan Lahan dan Stabilitas Keuangan
Sebagai langkah konkret di lapangan, Pemprov Jabar telah memberikan instruksi khusus kepada jajaran manajemen PT BIJB. Deny mengungkapkan, salah satu poin krusial yang harus segera ditindaklanjuti adalah memastikan kesiapan lahan serta ketersediaan seluruh infrastruktur pendukung demi kelancaran kerja sama dengan mitra teknis global.
Selain aspek teknis operasional, Pemprov Jabar juga menyoroti pentingnya keberlanjutan bisnis korporasi. Deny meminta agar cetak biru (blueprint) pengembangan MRO ini diselaraskan secara ketat dengan rencana kerja tahunan perusahaan. Hal ini diperlukan agar proyek kakap tersebut mampu memproyeksikan kinerja keuangan PT BIJB yang sehat dan stabil di masa depan.
“Penyelarasan pengembangan MRO dengan rencana kerja ini sangat penting agar kita dapat memproyeksikan kinerja keuangan perusahaan yang stabil ke depan. Kita ingin proyek ini menjadi mesin pertumbuhan baru bagi BIJB,” tambah Deny.
Struktur Saham Pemprov Dipastikan Aman
Menepis kekhawatiran terkait potensi dilusi kepemilikan aset daerah, Deny memastikan bahwa proyek pengembangan pusat MRO ini tidak akan mengganggu stabilitas internal perusahaan. Pasalnya, proyek dijalankan menggunakan skema kemitraan strategis tanpa melibatkan perubahan struktur ekuitas.
