Pemprov Jabar Restui Bandara Kertajati Jadi Pusat MRO Hercules Asia, Pastikan Porsi Saham Aman

BIJB sebagai pengembangan fasilitas MRO militer
Pemprov Jabar mendukung total optimalisasi pemanfaatan Bandara Kertajati untuk pengembangan fasilitas MRO militer ini sudah sangat selaras dengan dokumen perencanaan perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya.
0 Komentar

“Masyarakat dan pemangku kepentingan tidak perlu khawatir. Rencana pengembangan MRO ini sama sekali tidak akan mengubah porsi saham Pemprov Jabar di PT BIJB, karena untuk saat ini skema yang ditempuh murni melalui kerja sama teknis,” tegasnya.

Lebih lanjut, Deny memaparkan bahwa Penjabat Gubernur Jawa Barat telah memberikan arahan yang sangat spesifik terkait proyek ini. Manajemen BIJB diminta untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat sekaligus memperketat manajemen risiko agar proyek berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

“Arahan yang diberikan Bapak Gubernur sangat strategis. Beliau meminta kami mengedepankan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat demi keberhasilan proyek ini, sekaligus memitigasi risiko bisnis agar pengembangan berjalan sesuai dengan target perusahaan,” jelas Deny.

Baca Juga:Tingkatkan Kualitas Hidup Warga, RSUD Waled Sukses Jaring Puluhan Akseptor dalam Safari KBPenguatan Digital Branding Antar bank bjb Raih Prestasi Ajang Infobank–Isentia Digital Brand Appreciation 2026

Berkah dari Kebijakan Strategis Presiden Prabowo

Rencana besar menyulap Kertajati menjadi hub MRO pesawat Hercules di Asia ini mencuat setelah Presiden RI Prabowo Subianto menyetujui tawaran kerja sama dari pemerintah Amerika Serikat terkait pengembangan fasilitas perawatan pesawat angkut militer legendaris tersebut di Indonesia.

Sinyal hijau dari Istana ini sebelumnya diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Dalam rapat tersebut, Menhan menyatakan bahwa Presiden Prabowo siap mengalokasikan dan menyiapkan Bandara Kertajati sebagai pusat pemeliharaan utama.

Langkah ini diprediksi tidak hanya akan mendongkrak performa finansial PT BIJB melalui diversifikasi pendapatan baru di luar sektor penerbangan komersial sipil, tetapi juga memperkokoh posisi strategis Bandara Kertajati sebagai hub utama industri aviasi dan pertahanan udara di tingkat nasional maupun internasional. (red)

0 Komentar