BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) optimistis mampu mempertahankan prestasi gemilang sebagai juara umum dalam ajang bergengsi Anugerah Adinata Syariah 2026. Keyakinan tersebut mencuat setelah Provinsi Jawa Barat dipastikan kembali menembus posisi tiga besar nasional dalam penilaian intensif terkait pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah daerah tingkat provinsi.
Rasa optimisme ini ditegaskan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, saat menghadiri agenda Validasi Data Anugerah Adinata Syariah 2026 bersama Dewan Juri. Kegiatan krusial yang berlangsung di Ruang Edukasi Masjid Raya Al-Jabbar, Kota Bandung, pada Kamis (21/5/2026) tersebut, merupakan tindak lanjut resmi atas surat dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) guna memverifikasi capaian riil di lapangan.
Wagub Erwan Setiawan mengungkapkan bahwa pencapaian masuk dalam jajaran tiga besar ini bukan sekadar formalitas penghargaan, melainkan sebuah manifestasi kebanggaan sekaligus suntikan motivasi yang kuat. Prestasi ini diharapkan mampu memacu seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) di Jawa Barat untuk terus bersinergi memperkokoh fondasi ekonomi syariah dari hulu hingga hilir.
Baca Juga:SPMB Sekolah Maung Jabar 2026 Dibuka Senin Ini: Simak Jalur Seleksi, Syarat Khusus IQ, dan Jadwal LengkapnyaHUT ke-65 Bank BJB, Dedi Mulyadi Minta Pangkas Suku Bunga Kredit ASN Senior dan Atasi Disparitas Gaji
“Tentu menjadi kebanggaan besar bagi kita semua bahwa Provinsi Jawa Barat kembali masuk dalam jajaran tiga besar Anugerah Adinata Syariah tahun 2026. Kita harus mengingat bahwa pada tahun lalu, Jawa Barat berhasil menyabet gelar juara umum dengan menorehkan hasil terbaik di berbagai kategori. Prestasi luar biasa ini harus kita pertahankan,” ujar Erwan Setiawan dengan nada penuh optimisme.
Kendati demikian, Erwan mengingatkan seluruh jajaran dinas dan lembaga terkait untuk tidak cepat berpuas diri. Terlebih lagi, pada perhelatan tahun ini, jumlah kategori yang diperlombakan mengalami ekspansi menjadi 14 kategori. Penambahan ini menuntut adanya langkah evaluasi yang komprehensif serta perbaikan instan di berbagai lini agar pengumpulan data dan implementasi kebijakan syariah di Jabar dapat berjalan semakin optimal.
Lebih lanjut, orang nomor dua di Jawa Barat itu menggarisbawahi bahwa lompatan besar yang diraih provinsinya tidak didapatkan melalui proses instan yang bergulir dalam semalam. Keberhasilan tersebut merupakan buah manis dari kerja keras kolektif dan kolaborasi lintas sektor yang konsisten dalam membangun arsitektur ekonomi syariah yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
