​Meski demikian, Sochibi mengungkapkan bahwa tantangan pemenuhan rumah layak di desanya masih cukup besar. Berdasarkan pendataan desa, awalnya pihak desa mengajukan 85 unit rumah untuk mendapatkan bantuan. Namun, karena adanya sistem prioritas berdasarkan anggaran, baru 11 unit yang terealisasi tahun ini.
​“Kami memahami ada skala prioritas, terutama bagi wilayah yang masuk dalam Surat Keputusan (SK) Kawasan Kumuh. Kami bersyukur atas 11 unit ini, namun kami akan terus mengawal dan mengusulkan sisa puluhan rumah lainnya agar bisa mendapatkan bantuan di tahap berikutnya,” tegas Sochibi.
​Program Rutilahu ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menekan angka kawasan kumuh di Kabupaten Cirebon. Melalui sinergi antara pemerintah kabupaten dan desa, hunian yang sehat diharapkan menjadi fondasi utama dalam menciptakan masyarakat Cirebon yang lebih sejahtera dan mandiri. (rif/dbs)
