Tekan Angka Kemiskinan, Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon Matangkan Konsep ‘Rumah Terintegrasi’

Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Muchydin, S.Sos., menjelaskan bahwa inti dari konsep rumah terintegrasi adalah memaksimalkan potensi lahan di sekitar kediaman warga untuk aktivitas yang bernilai ekonomi.
0 Komentar

CIREBON – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon mulai mematangkan terobosan baru dalam upaya penanggulangan kemiskinan melalui program “Rumah Terintegrasi”. Program ini dirancang sebagai strategi pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan produktif untuk menciptakan kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Langkah strategis ini dibahas secara intensif dalam rapat koordinasi bersama Dinas Sosial (Dinsos) serta Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Cirebon. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu melahirkan skema pemberdayaan yang tepat sasaran bagi warga dengan kondisi ekonomi rentan.

Pemberdayaan Berbasis Kawasan Produktif

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Muchydin, S.Sos., menjelaskan bahwa inti dari konsep rumah terintegrasi adalah memaksimalkan potensi lahan di sekitar kediaman warga untuk aktivitas yang bernilai ekonomi. Pendekatan ini tidak hanya memberikan hunian yang layak, tetapi juga membekali keluarga dengan instrumen produksi.

Baca Juga:Sistem Rekrutmen Online Disnaker Cirebon Disorot, Ketua DPRD Desak Evaluasi Total Demi TransparansiPerkuat Deteksi Kanker Darah, RSUD Waled Hadirkan Layanan Hematologi Modern dengan 44 Parameter

“Konsep ini kami rancang dengan pendekatan kawasan produktif berbasis keluarga. Kami ingin rumah tidak sekadar tempat tinggal, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mampu menopang kebutuhan hidup sehari-hari secara mandiri,” ujar Muchydin saat memberikan keterangan kepada media.

Dalam praktiknya, masyarakat akan didorong untuk menjalankan berbagai usaha mikro yang saling terhubung (simbiosis mutualisme). Mulai dari peternakan unggas dan domba, budidaya ikan skala kecil dalam kolam terpal, hingga pemanfaatan pekarangan untuk tanaman sayur-mayur menggunakan metode hidroponik atau polibag.

Siklus Ekonomi dan Inovasi Energi Terbarukan

Lebih lanjut, politikus PDI Perjuangan ini memaparkan bahwa program ini memiliki keunggulan pada sistem pengelolaan limbah yang terpadu. Selain fokus pada peningkatan pendapatan (income generating), konsep ini juga mengusung semangat ramah lingkungan melalui pemanfaatan energi terbarukan.

“Seluruh kegiatan dalam konsep ini dirancang saling terhubung. Salah satu poin krusialnya adalah pengelolaan limbah. Limbah rumah tangga maupun kotoran ternak nantinya tidak dibuang begitu saja, melainkan diolah menjadi biogas,” terang Muchydin.

Inovasi biogas ini diproyeksikan dapat digunakan kembali oleh masyarakat sebagai sumber energi alternatif untuk memasak, sehingga mampu menekan pengeluaran rumah tangga terhadap kebutuhan gas elpiji.

0 Komentar