CIREBON – Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon terus memperkuat fondasi ketahanan pangan di wilayah Jawa Barat. Hingga 25 April 2026, lembaga pangan ini tercatat telah menyerap sedikitnya 159.047 ton gabah hasil produksi petani lokal di wilayah Cirebon, Majalengka, dan Kuningan (Cimajakuning).
Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan hasil jerih payah petani terakomodasi dengan harga yang layak, sekaligus mengamankan cadangan pangan nasional di tengah dinamika pasar.
Optimalisasi Serapan dan Stabilitas Harga
Pemimpin Cabang Bulog Cirebon, Imam Mahdi, menyatakan bahwa realisasi serapan yang masif ini merupakan bukti nyata dari komitmen Bulog dalam menjaga ekosistem pangan dari hulu hingga hilir. Menurutnya, penyerapan dilakukan secara langsung ke kantong-kantong produksi pertanian untuk menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.
Baca Juga:Atasi 4 Juta Anak Putus Sekolah, Kemendikdasmen Genjot Program PJJ di Seluruh IndonesiaSatlantas Polrestabes Bandung Genjot Layanan SIM, Proses Lebih Cepat dan Mudah
“Kami bergerak aktif di lapangan untuk menyerap gabah langsung dari tangan petani. Harga yang kami tetapkan adalah Rp6.500 per kilogram, sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang telah digariskan pemerintah,” ujar Imam Mahdi saat memberikan keterangan di Cirebon, Minggu (26/4/2026).
Gabah yang telah diserap tersebut nantinya akan diproses menjadi beras berkualitas. Stok ini dipersiapkan sebagai instrumen utama dalam mendukung berbagai program strategis negara, mulai dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat kurang mampu, hingga cadangan darurat untuk penanganan bencana alam.
Gudang Nyaris Penuh, Stok Beras Aman
Tingginya antusiasme dan produktivitas petani di wilayah Cimajakuning membawa konsekuensi positif terhadap ketersediaan fisik di gudang-gudang Bulog. Imam menyebutkan bahwa kapasitas gudang saat ini sudah mendekati batas maksimal, sehingga pihaknya harus melakukan langkah taktis dengan menyewa gudang tambahan di sejumlah titik strategis.
Sejauh ini, ketersediaan stok beras di wilayah kerja Bulog Cirebon telah mencapai 158.703 ton. Angka ini dinilai berada dalam kategori sangat aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Majalengka, hingga Kuningan dalam jangka waktu yang panjang.
Capaian Tertinggi Nasional dan Kolaborasi Lintas Sektor
Kondisi di tingkat regional ini sejalan dengan tren positif di level nasional. Imam mengungkapkan bahwa secara nasional, stok beras Bulog saat ini menyentuh angka 5 juta ton. Capaian ini menjadi rekor tertinggi dalam beberapa periode terakhir, yang memberikan rasa aman terhadap kedaulatan pangan bangsa.
