JAKARTA – Sebanyak 15.789 calon mahasiswa tercatat mengikuti pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) tahun 2026 yang diselenggarakan di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan yang berlangsung pada 21 hingga 27 April 2026 ini memanfaatkan 14 lokasi ujian yang tersebar di sejumlah fakultas dan unit di kampus setempat.
Panitia pelaksana telah menyiapkan serangkaian langkah antisipatif guna mengurangi potensi hambatan teknis. Upaya ini dilakukan agar setiap peserta dapat menjalani ujian secara nyaman dan lancar tanpa kendala berarti.
Kesiapan infrastruktur teknologi informasi (TI) menjadi perhatian utama panitia, meliputi jaminan stabilitas jaringan internet, kondisi perangkat komputer, ketahanan sistem server, hingga prosedur pengawasan yang ketat untuk meminimalisasi peluang kecurangan. Seluruh proses ujian menuntut sistem yang stabil serta konektivitas yang handal di semua titik lokasi.
Dual ISP untuk Jaringan Cadangan
Baca Juga:Harga Elpiji Nonsubsidi Naik, KDM Dorong Pemanfaatan Biogas dan Kearifan LokalOknum Ketua Puskesos Galagamba Diduga Pungli Cetak Kartu BPJS, Warga Dibebani hingga Rp150 Ribu
Direktur Direktorat Teknologi Informasi (DTI) UGM, Ridi Ferdiana, mengungkapkan bahwa kampusnya menggunakan dua penyedia layanan internet, yaitu Telkom dan Indosat, guna memastikan keandalan koneksi. Dengan skema dual ISP ini, koneksi internet diharapkan tetap tersedia meskipun salah satu jaringan utama mengalami gangguan.
Tim teknis juga secara rutin memeriksa perangkat jaringan seperti access point dan firewall untuk menjaga keamanan sistem. Infrastruktur ini didesain agar seluruh titik ujian mendapat konektivitas yang stabil.
“Kami menyediakan jalur cadangan sehingga layanan tetap berjalan tanpa mengganggu peserta saat ujian berlangsung,” jelas Ridi dalam keterangan yang dimuat di laman resmi UGM pada Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, koneksi antarlokasi diperkuat dengan jaringan fiber optik berjalur ganda yang menghubungkan pusat data ke seluruh ruang ujian. Setiap fakultas dan unit telah dibekali koneksi berkapasitas besar untuk mendukung lalu lintas data selama ujian berlangsung. Kecepatan jaringan yang disediakan berkisar antara 1 hingga 10 Gbps, sehingga akses di 14 titik lokasi ujian tetap lancar.
“Jalur ganda ini memungkinkan distribusi jaringan tetap stabil meskipun terjadi gangguan di satu sisi,” tambahnya.
Penambahan Komputer untuk UTBK 2026
Pada penyelenggaraan UTBK tahun ini, total ruang ujian yang difungsikan mencapai 44 ruang dengan dukungan 1.452 unit komputer. Jumlah tersebut meningkat 80 unit dibandingkan pelaksanaan UTBK pada 2025 yang hanya menggunakan 1.372 unit komputer.
