JAKARTA – Kepulan asap pekat menyelimuti gedung Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Senin (20/4/2026) siang. Insiden kebakaran hebat tersebut memicu kepanikan luar biasa di lingkungan perkantoran dan menyebabkan enam orang dilaporkan menjadi korban.
​Api dilaporkan mulai berkobar saat aktivitas perkantoran sedang berlangsung. Guna memutus perambatan api yang lebih luas, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) mengerahkan sedikitnya 18 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
​Identifikasi Korban dan Penanganan Medis
Relawan Palang Merah Indonesia (PMI), Moza, mengonfirmasi bahwa terdapat enam korban yang membutuhkan penanganan medis segera. Para korban terdiri dari lima pegawai Kemendagri dan satu orang petugas pemadam kebakaran yang tengah berjibaku menjinakkan si jago merah.
Baca Juga:Komitmen Jaga Marwah Al Jabbar, Pemprov Jabar Gelontorkan Rp22 Miliar untuk Kesejahteraan 273 Petugas KebersihTantangan Fiskal 2026: Pemkab Cirebon Targetkan Rasionalisasi Belanja Pegawai demi Geber Infrastruktur
​”Berdasarkan pendataan awal, ada enam korban. Tiga orang mengalami luka lecet ringan akibat benturan saat proses evakuasi, sementara tiga lainnya mengalami gangguan pernapasan atau sesak napas akibat menghirup asap tebal,” ujar Moza saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Senin (20/4/2026).
​Salah satu korban pegawai yang mengalami sesak napas diketahui memiliki riwayat penyakit asma, sehingga memerlukan bantuan oksigen intensif di dalam ambulans. “Satu orang sempat mendapatkan perawatan khusus di ambulans karena asma. Meski kondisinya sudah berangsur membaik, yang bersangkutan memilih untuk tetap beristirahat di bawah pengawasan medis,” tambahnya.
​Situasi Evakuasi dan Kemacetan Lalu Lintas
Suasana mencekam terlihat di halaman gedung utama saat ratusan pegawai berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Meski titik api tidak melahap seluruh bagian gedung, pihak keamanan tetap menginstruksikan pengosongan area guna mengantisipasi runtuhan material atau paparan gas beracun.
​Sebanyak lima unit mobil pemadam disiagakan di area halaman gedung untuk mempercepat suplai air, sementara unit lainnya berjaga di sekitar jalan raya. Akibat penempatan armada damkar tersebut, arus lalu lintas di Jalan Raya Pasar Minggu arah Tebet terpantau mengalami kemacetan panjang karena penyempitan lajur dan banyaknya warga yang menyaksikan kejadian.
​Proses Pendinginan
Hingga pukul 15.10 WIB, petugas pemadam kebakaran terpantau masih melakukan proses pendinginan (cooling down) di beberapa lantai gedung. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api tersembunyi yang berpotensi menyulut kebakaran susulan.
