KAB. CIREBON – Menghadapi transformasi wilayah Cirebon Timur menjadi pusat pertumbuhan industri baru, jejaring pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna mulai merapatkan barisan. Perwakilan Karang Taruna dari sejumlah kecamatan menggelar pertemuan lintas wilayah yang dipusatkan di Dusun Mahkota, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, pada Senin (13/4).
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran pengurus dari Kecamatan Pabedilan, Gebang, Ciledug, hingga Pabuaran. Selain sebagai ajang silaturahmi pasca-lebaran, forum ini menjadi ruang diskusi krusial untuk memperkuat sinergi pemuda agar tidak sekadar menjadi penonton di tengah pesatnya pembangunan kawasan industri di wilayah timur Cirebon.
Perwakilan Karang Taruna Kecamatan Pabedilan, Ando Yogiana, mengungkapkan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal (milestone) untuk membangun fondasi kolaborasi yang lebih solid antar-pemuda lintas kecamatan. Menurutnya, ego sektoral harus dikikis dan digantikan dengan komunikasi yang terintegrasi.
Baca Juga:Bandung Selatan Terkepung Banjir: Akses Terputus, 34 Ribu Warga TerdampakKepala BGN Bela Pengadaan Kaos Kaki Rp100 Ribu, Publik Justru Pertanyakan Transparansi Anggaran MBG
“Kami telah menyepakati komitmen untuk memperkuat kanal komunikasi melalui forum bersama. Sebagai langkah awal, kami membentuk grup koordinasi digital dan mengagendakan pertemuan rutin agar program kerja antar-wilayah bisa selaras,” ujar Ando saat memberikan keterangan.
Ando menekankan bahwa Karang Taruna memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang kini bersinggungan langsung dengan industri padat karya maupun padat modal. Sebagai wilayah yang lebih dahulu merasakan dampak industrialisasi, Pabedilan diharapkan dapat berbagi pengalaman (best practice) bagi kecamatan tetangga dalam mengelola dampak sosial dan ekonomi.
Mendorong Kemitraan Konkret
Lebih lanjut, forum ini juga merumuskan langkah konkret untuk mengoptimalkan potensi lokal. Salah satu poin utamanya adalah mendorong kemitraan strategis antara pemuda dengan para pelaku industri yang ada di wilayah masing-masing.
“Kami tidak ingin pemuda lokal hanya menjadi penonton. Ke depan, kami mendorong keterlibatan karang taruna dalam sektor pendukung industri, seperti pengelolaan katering bagi pekerja hingga rencana pembentukan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) mandiri,” tambah Ando.
Pembentukan LPK dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal agar mampu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Dengan adanya sinergi yang kuat, pemuda Cirebon Timur diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang mampu mengubah tantangan industrialisasi menjadi peluang kesejahteraan bagi masyarakat setempat. (rif/dbs)
