Lebih lanjut, Irjen Fadil menjelaskan, Diklat integrasi TNI-POLRI ini merupakan kebijakan Panglima TNI dan Kapolri yang dituangkan dalam naskah kerjasama Pendidikan dan Pelatihan integrasi di semua jenis jenjang pendidikan TNI dan Polri.
Dirinya mengatakan, sebelumnya Pendidikan dan Pelatihan integrasi Polri hanya dilaksanakan pada integrasi Taruna Akademi Militer Akademi TNI Angkatan Laut Akademi TNI angkatan udara dan Akademi Kepolisian, pada pengembangan pendidikan sespimmen dan sespimti dengan sesko TNI AL angkatan darat angkatan laut. Namun saat ini dengan adanya kebijakan Panglima dan Kapolri maka Diklat integrasi diperluas sampai kepada tingkatan Tamtama dan Bintara di semua jenjang Pendidikan.
Adapun materi pendidikan dan pelatihan integrasi meliputi doktrin matra, fungsi matra, perbantuan TNI Polri, operasi bersama tni-polri dan kegiatan yang mendorong terwujudnya sinergitas dan soliditas melalui integrasi TNI dan Polri.
Baca Juga:GOR MTsN 1 Cirebon Kembangkan Bakat dan Minat Olahraga SiswaPetani Milenial Pasarkan Produk Di Mall, Dari Madu, Abon, Sampai Kopi
Irjen Fadil meminta kepada para peserta didik melaksanakan dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.
“Jadikan momentum ini untuk memupuk kebersamaan dan kekompakan,” ucap Irjen Fadil.
Sementara itu, Kepala lembaga pendidikan dan pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol Prof. DR Rycko Amelza Dahniel mengatakan, yang menjadi dasar kegiatan diklat integrasi kampus kebangsaan TNI-POLRI, yaitu tindak lanjut kebijakan panglima TNI dan Kapolri yang dituangkan dalam naskah kerjasama pendidikan dan pelatihan integrasi semua jenis dan jenjang pendidikan TNI dan Polri.
Maksud dan tujuan utama dari pendidikan dan pelatihan integrasi ini, Kata Mayjen Ricko, adalah untuk mempererat soliditas dan sinergitas seluruh prajurit tni dan bhayangkara polri sejak dari masa pendidikan sehingga terbentuk kebersamaan, kekompakan dan ikatan moral.
“Matra TNI dan Polri yang solid artinya tidak mudah dipecah belah, tidak mudah diadu domba, akan tetapi saling memperkuat satu dengan lainnya dalam menjaga seluruh tumpah darah dan keutuhan NKRI. TNI dan Polri yang sinergi artinya bekerja secara fungsional dalam satu sistem NKRI, saling mendukung, saling memperkuat, bahu-membahu, bukan bekerja sendiri-sendiri dalam menjamin terwujudnya pembangunan nasional dan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Kalemdiklat.
