“Status tanggap darurat COVID-19 di Jabar pun diperpanjang dan berakhir ketika status bencana nasional dalam Keputusan Presiden dicabut,” tuturnya.
Terkait bansos, Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Divre Jabar Lilik Nurcholiq menjelaskan bahwa pihaknya hingga kini sudah mengemas 946 ribu bansos pangan dari target 1,4 juta KRTS non DTKS.
Sisanya, lanjut dia, saat ini dalam proses pengepakan dari tiga gudang Bulog di Cimindi (Kota Cimahi), Paseh (Kabupaten Sumedang), dan Gedebage (Kota Bandung) untuk diserahkan kepada PT Pos Indonesia yang ditunjuk sebagai penyalur bansos.
Baca Juga:VIDEO: Test Swab Massal di Pasar CiledugMemalukan! 2 Pejabat Dinas Pendidikan Selingkuh, Terciduk Keduanya Pingsan dalam Mobil, Tanpa CD
“Selama ini tidak ada kendala yang berarti (dalam pengepakan). Kekurangan penyaluran, sekitar kurang lebih 500 ribu (pak bansos), saat ini sedang diproses di tiga gudang untuk disalurkan ke hub PT Pos Indonesia,” ucapnya.
Lilik menambahkan, berbagai produk dalam bansos pangan provinsi mulai dari beras, mi instan, terigu hingga gula, disuplai dari petani/produsen di Jabar. “Pengadaan dari seluruh wilayah Jabar, artinya semua komoditas yang ada di bansos provinsi ini adalah produk dari warga Jabar,” ucapnya.
“Semoga apa yang Perum Bulog lakukan kepada masyarakat bisa membantu meringankan masyarakat terdampak COVID-19,” katanya.
Sementara itu, Kepala Regional V Jabar dan Banten PT Pos Indonesia Helly Siti Halimah, pihaknya mendapatkan tugas untuk menyalurkan bansos kepada kurang lebih 396 ribu KRTS DTKS dan sekitar 1,4 juta KRTS non DTKS.
Hingga Jumat (5/6), sebanyak lebih dari 600 ribu paket bansos sudah disalurkan kepada KRTS non DTKS terdampak COVID-19. Sementara bagi KRTS DTKS sudah tersalurkan hampir seluruhnya, sehingga totalnya, bansos Jabar yang sudah disalurkan adalah lebih dari 900 ribu atau hampir satu juta paket pangan dan tunai.
“PT Pos Indonesia bekerja sama dengan Perum Bulog sudah menyalurkan dropping barang, uang, dan telur untuk lebih dari 600 ribu KRTS non DTKS. Kami sangat tergantung dengan dropping dari Bulog dan siap menyalurkan kapan pun,” kata Helly.
“Kami sediakan 472 gudang/hub untuk menerima dropping dari Bulog dan siap menyalurkan (bansos) kepada 1,4 juta KRTS non DTKS bekerja sama dengan ojol (ojek online) dan mitra Pos lain seperti Karang Taruna dan aparat setempat untuk memperlancar dan mempercepat pendistribusian,” katanya. (rls/hmsjbr)
